Khofifah Lantik Pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama Maluku Utara

Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa melantik pengurus Muslimat NU Maluku Utara. (Udi/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Ketua Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, melantik Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Maluku Utara periode 2023-2028, Sabtu (13/1).

Pelantikan sekaligus dirangkaikan dengan rapat kerja itu bertempat di depan Taman Nukila, Kota Ternate.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan bahwa ini merupakan pelantikan ke 33 dari seluruh provinsi di Indonesia. Awal tahun ini juga, kata dia, Muslimat NU akan menyelenggarakan kongres. Dia berharap pertemuan yang dilakukan itu akan membangun sinergitas program-program strategis, terutama terkait program Pemprov. 

Program tersebut seperti penurunan stunting yang telah menjadi garis PP Muslimat NU untuk membangun gerakan penurunan stunting secara nasional. 

“Sekarang sudah harus menggalakkan itu, sehingga sekarang menekankan kembali kepada pimpinan cabang untuk diteruskan pada pimpinan anak cabang dan ranting bahwa salah satu program harus dimaksimalkan 2024 ini,” ucapnya.

Gubernur Jawa Timur ini juga menyebut penurunan stunting berjalan seiring dengan target penurunan 14 persen stunting di setiap daerah. Dirinya mengingatkan kepada pengurus agar tidak meninggalkan generasi yang lemah di sektor ekonomi. 

Hal ini menjadi payung gerakan Muslimat agar bagaimana bersungguh-sungguh bersama elemen strategi yang lain agar menguatkan indeks pembangunan manusia. Karena itu menjadi visi organisasi Muslimat NU. 

“Bagaimana bisa meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia. Peran perempuan Muslimat agar tingkatkan kualitas hidup masyarakat yang berada di setiap daerah,” tandasya. 

Sementara Ketua Muslimat NU Maluku Utara, Rosita Alting menambahkan, setelah pelantikan ini akan dilanjutkan raker wilayah yang dibekali orientasi organisasi oleh pimpinan pusat. 

Perjalanan Muslimat Nadahtul Ulama Maluku Utara sejauh ini menyapa umat dan berkhidmat, unggul dan tepat. Kemudian menentukan dukungan konstribusi terhadap daerah ini dengan menyebarkan nilai-nilai ukhuwah wataniah (persaudaraan kebangsaan), ukhuwah Islamiah dan ukhuwah basaria (persaudaraan kemanusiaan).

“Kami merasakan utuh perencanaan layanan program kesehatan, tidak dilaksanakan oleh kekuatan sendiri dan banyak hal dilakukan, baik strategis maupun lompatan yang berfikir lebih konstruktif dan kreatif serta menjalankan aspek pembangunan tatanan nilai masyarakat yang lebih beradab menjunjung nilai kemanusiaan,” ujarnya

“Kami tetap berkomitmen untuk terus mengangkat darjat dan kontribusi harkat martabat masyarakat Maluku Utara yang lebih sejahtera disertai kemandirian ekonomi untuk mewujudkan masyarakat yang kuat,” pungkasnya. (udi/ask)

Respon (1)

Komentar ditutup.