DAERAH  

84 Karyawan NHM Diperkenalkan Potensi Bahaya Api dan Teknik Dasar Pemadaman

84 Karyawan NHM Diperkenalkan Potensi Bahaya Api dan Teknik Dasar Pemadaman. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TOBELO – Departemen Occupational Health and Safety (OHS) menggelar training bersama Emergency Response Team (ERT) memperkenalkan potensi bahaya api dan memahami teknik dasar pemadaman untuk menghadapi keadaan darurat kebakaran kepada karyawan Tambang Emas Gosowong PT Nusa Halmahera Minerals (NHM).

Secara rutin pihak perusahaan melaksanakan ‘Basic Fire Fighting Training’ atau latihan dasar memadamkan kebakaran sebagai Mandatory Safety Training, telah dilaksanakan pada 17 Desember lalu di area lapangan parkir OHS Training Gosowong.

Pelatihan ini dihadiri 84 karyawan dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap berupa kacamata, helm dan sarung tangan. 

“Tujuan utama pelatihan ini untuk menanamkan pengetahuan teknik dasar pemadaman api dengan baik dan benar sesuai prosedur keselamatan,” ujar Koordinator Training Johny Herman Karwur, Sabtu (10/2).

Johny mengatakan, kegiatan tersebut untuk menjadikan sumber daya manusia NHM yang waspada terhadap potensi bahaya dan mampu melakukan tindakan pemadaman dengan cepat, sehingga bisa meminimalisir timbulnya korban dan kerugian bagi aset perusahaan.

Ia mengaku, pada pelatihan ini pun para pelatih memaparkan materi-materi yang sangat penting dan mendasar, di antaranya tipe dan jenis isi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), cara melakukan inspeksi APAR, teknik pemadaman PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep), dan langkah-langkah efektif sebelum melakukan pemadaman.

 “Kami juga menjelaskan teori Segitiga Api yang merupakan prinsip dasar terjadinya api melalui proses kimiawi, yang disebut oksidasi melalui tiga unsur yaitu adanya panas, bahan bakar dan oksigen, serta memaparkan cara memadamkan api dengan prinsip menghilangkan/meniadakan salah satu atau lebih di antara ketiga unsur tersebut,” jelasnya.

Sementara, Deputy Manager OHS, Era Setiawan, menyampaikan perhatiannya terhadap pentingnya keterampilan penggunaan APAR oleh karyawan.

“Setiap karyawan perlu memiliki keterampilan menggunakan APAR yang tersedia pada setiap tempat kerja, hal ini diperlukan sebagai langkah darurat apabila terjadi kebakaran di tempat kerja sebelum datangnya tim pemadam kebakaran,” ujarnya.

Koordinator ERT Zakaria Barham menambahkan melalui pelatihan ini, pihaknya berharap karyawan bisa siap menerapkan seluruh materi yang disampaikan dan siap menghadapi situasi di lapangan.

“Kami mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan mengharapkan ke depannya semua sesi pelatihan bisa berlangsung semakin aktif dan interaktif,” harapnya.

Salah satu peserta pelatihan Desius Mahabir, menyampaikan kesan-kesannya usai mengikuti kegiatan ini. Melalui pelatihan ini, ia  merasa bisa lebih peduli terhadap potensi bahaya kebakaran dan mengenal tahapan-tahapan penggunaan APAR.

“Tentunya ini akan bermanfaat untuk mengambil tindakan jika terjadi di area kerja maupun di luar area perusahaan,” katanya. (fnc/tan)