Terpidana Kasus Nautika Bayar Uang Pengganti 1,2 Miliar

Kuasa hukum Ibrahim Ruray, Fahrudin Maloko, melakukan pembayaran uang pengganti kliennya ke Kejari Ternate.

PENAMALUT.COM, TERNATE – Terpidana kasus korupsi pengadaan kapal Nautika dan alat simulator pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara, Ibrahim Ruray, melakukan pembayaran uang pengganti (UP) sebesar 1,2 miliar ke Negara.

Pembayaran itu dilakukan Ibrahim Ruray melalui kuasa hukumnya Fahrudin Maloko kepada Jaksa selaku Penuntut Umum atau eksekutor bertempat Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate, Kamis (13/6).

Sebelumnya, Ibrahim Ruray bersama Kepala Dikbud Imran Yakub, PPK Zainudin Hamisi, dan Ketua Pokja BPBJ Reza ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara atas kasus ini. Namun dalam putusannya, hakim memvonis bebas Imran dan Reza.

Terpidana Ibrahim Ruray melalui kuasa hukumnya Fahrudin Maloko mengatakan, kliennya telah kembalikan uang pengganti (UP) sebesar Rp 1.272.088.620,16. Sehingga itu, pengganti pidana dua tahun tidak lagi dijalani Ibrahim.

Sementara untuk uang denda, kata dia, tergantung dari pihak keluarga apakah dibayar atau seperti apa.

“Namun sampai saat ini belum dikembalikan. Kalau dibayar uang denda, maka pemotongan pidana sekitar tiga bulan. Kalau tidak berarti dijalani,” tuturnya.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Ternate Aan Syaeful Anwar dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah menerima pembayaran pelunasan uang pengganti terpidana Ibrahim Ruray sebesar Rp 1.122.088.621.

Ia menjelaskan, pembayaran uang pengganti tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 4749 K/PID.SUS/2022 tanggal 21 September 2022. Di mana terpidana Ibrahim Ruray dijatuhi pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar Rp 1.272.088.620 yang sebelumnya telah menitipkan uang pengganti sebesar Rp 150 juta kepada penuntut umum pada Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dan telah di setor ke kas negara. Sehingga nilai uang pengganti masih memiliki kurang bayar sebesar Rp 1.122.088.621 atau 1,1 miliar.

“Jadi terpidana melalui kuasa hukumnya sudah menyetor ke kas negara melalui bendahara penerimaan pada Kejaksaan Negeri Ternate. Dengan demikian uang pengganti terpidana Ibrahim Ruray telah lunas seluruhnya,” jelasnya.

Dalam putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) pada Rabu 21 September 2022 menolak permohonan dari pemohon kasasi I/Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Ternate tersebut. Menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi II/ Ibrahim Ruray.

Memperbaiki putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Maluku Utara Nomor 2/PID.SUS-TPK/2022/PT TTE tanggal 18 Maret 2022 yang memperbaiki putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Ternate Nomor 19/Pid.Sus-TPK/2021/PN Tte tanggal 16 Februari 2022 tersebut mengenai pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa menjadi:

Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Ibrahim Ruray oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 tahun dan pidana denda sebesar Rp 300 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 1.272.088.620,16 atau 1,2 miliar lebih dengan ketentuan jika terpidana tidak dapat mebayar uang pengganti tersebut paling lama satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun.

Sebelumnya, putusan banding pada Pengadilan Tinggi (PT) Maluku Utara pada Jumat 18 Maret 2022 menerima permintaan banding dari terdakwa/penasihat hukum terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Ternate tersebut.

Memperbaiki putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Ternate nomor 19/Pid.Sus-TPK/2021/PN Tte tanggal 16 Februari 2022 yang dimintakan banding tersebut sehingga amar selengkapnya sebagai berikut:

Menyatakan terdakwa Ibrahim Ruray telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama  sebagaimana dimaksudkan dalam dakwaan primair Penuntut Umum.

Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Ibrahim Ruray dengan pidana penjara selama 8 tahun dan denda sejumlah Rp 300 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama  3 bulan.

Menghukum terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 4.585.886.614.00 atau 4,5 miliar dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dan jika terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka terdakwa dipidana dengan pidana penjara selama 2 tahun tahun.

Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Ternate, pada Rabu 16 Februari 2022 menyatakan terdakwa Ibrahim Ruray telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dimaksudkan dalam dakwaan primair Penuntut Umum.

Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Ibrahim Ruray dengan pidana penjara selama 6 tahun dan denda sejumlah Rp300 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama  3 bulan.

Menghukum terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 1.272.088.620,16, atau 1,2 miliar lebih dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Jika terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka terdakwa dipidana dengan pidana penjara selama 2 tahun.

Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Jumat, 28 Januari 2022 menyatakan terdakwa Ibrahim Ruray terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan primair.

Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Ibrahim Ruray oleh karena itu dengan pidana penjara selama  8 tahun, dikurangi masa tahanan yang telah dijalani dengan perintah terdakwa ditahan dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan), dan denda Rp350 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Menyatakan terdakwa Ibrahim Ruray untuk membayar uang pengganti sebesar  Rp 4.585.886.614 atau 4,5 miliar lebih dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar uang pengganti dalam waktu paling lama satu bulan setelah putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum yang tetap, maka harta benda terdakwa disita untuk dilelang dan jika harta bendanya tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut maka terdakwa dipidana dengan pidana penjara selama 4  tahun. (gon/ask)