Dilantik Jadi Kadikbud, Imran Yakub Diminta AGK Setor Satu sampai Dua Miliar

AGK dan Ramadhan menjadi saksi terhadap terdakwa Ridwan Arsan.

PENAMALUT.COM, TERNATE – Mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK), melantik Imran Yakub sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) tidak cuma-cuma.

Imran diminta AGK untuk menyetor uang yang nilainya satu miliar sampai dua miliar agar menduduki jabatan tersebut. Ini terungkap dalam sidang perkara suap AGK yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ternate, Kamis (4/7).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan AGK dan Ramadhan Ibrahim sebagai saksi untuk terdakwa Ridwan Arsan.

Awalnya AGK belum mengakui ketika ditanya majelis hakim terkait pemberian uang dari Imran yang nilainya mencapai satu miliar lebih untuk menduduki jabatan Kadikbud. AGK menyebut uang yang diterima dari Imran itu nilainya mencapai 500 juta.

Uang itu diberikan Imran ke AGK melalui Ridwan Arsan. Uang itu diberikan setelah diangkat sebagai Kadikbud.

“Ada juga beberapa kali saya minta Ridwan untik menghubungi Imran meminta bantu uang pembayaran hotel dan tiket pesawat. Saya minta 100 juta, tapi yg diberikan hanya 40 juta,” katanya kepada majelis hakim.

AGK juga mengungkapkan pernah meminjam uang 500 juta kepada mendiang Imam Mahdi selaku Kadikbud sebelumnya. Setelah Imam Mahdi meninggal, AGK meminta kepada Imran untuk melunasi utang tersebut dengan tujuan mengangkat Imran Yakub sebagai Kadikbud menggantikan Imam Mahdi.

“Tapi sampai sekarang utang itu Imran belum lunasi. Saya belum dapat konfirmasi dari Imran,” tuturnya.

Majelis hakim lalu menanyakan kepada AGK terkait pemberian uang dari Imran yang nilainya mencapai 1,1 miliar.

“Yang itu saya tidak tahu,” jawab AGK.

JPU kemudian membuka berita acara pemeriksaan (BAP) terkait keterangan AGK bahwa ia mau mengangkat Imran Yakub menjadi Kadikbud, asalkan Imran menyetor uang satu sampai dua miliar. AGK lalu mengiyakan pernyataan tersebut.

“Iya betul yang mulia,” katanya.

Meski demikian, AGK kembali menyampaikan bahwa uang 500 juta yang dijanjikan Imran untuk melunasi utang Imam Mahdi sampai sekarang belum dilunasi. (ask)