PENAMALUT.COM, LABUHA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mengklaim telah menyelesaikan permasalahan tapal batas di 190 desa dari 249 total jumlah desa.
Kepala Bagian Pemerintahan Halmahera Selatan, Mahmud Samiun, menjelaskan tapal batas desa yang diselesaikan itu tersebar di Kecamatan Makian, Kayoa, Pulau Obi, Gane, dan Bacan.
“Jadi kalau di data kami itu dari 30 Kecamatan sebagian besar sudah hampir selesai, seperti di Makian Kayoa. Kemudian kalau di Obi itu Obi Utara, Obi Barat tinggal satu desa, Obi Timur dan Obi Selatan belum, sedangkan Obi induk kurang lebih masih tiga desa juga belum. Sedangkan di wilayah Gane itu Gane Barat, Gane Timur Selatan, Gane Timur Tengah, kemudian Kepulauan Joronga, dan Gane Barat Selatan sudah selesai. Sementara Gane Barat, Gane Barat Utara dan Gane Timur itu belum. Untuk pulau Bacan itu sebagian besar sudah selesai, tersisa Desa Kupal dan Gandasuli itu masih sedikit problem,” jelas Mahmud kepada wartawan, Rabu (16/7).
Menurutnya, untuk sisanya kurang lebih 60 desa ini akan dituntaskan secepatnya. Pihaknya juga masih menunggu anggaran di perubahan ABPD ini bisa diakomodir.
Mahmud juga menyatakan semua desa harus punya peta dasar, karena selama ini di Halmahera Selatan belum punya peta dasar. Pemerintah, lanjut dia, akan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk membuat peta dasar.
“Karena kita keterbatasan sumber daya pembuatan peta dasar, jadi pakai pihak ketiga. Entah nanti pakai dari pihak kampus IPB atau yang lainnya,” tukasnya. (rul/ask)










