Kapolda Tegur Reskrim Polres Sula

0
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Rikwanto.

PENA – Kapolda Maluku Utara, Inspektur Jenderal Polisi Rikwanto angkat bicara terkait proses hukum terhadap guyonan Gus Dur yang ditangani oleh Polres Kepulauan Sula.

Jenderal bintang dua kelahiran Medan 1 Januari 1965 itu menilai, langkah yang diambil oleh Polres Kepsul itu tidak tepat. Sebab, guyonan Gus Dur tentang polisi yang jujur adalah polisi tidur, patung polisi dan Hoegeng itu, lanjut Kapolda hanya bersifat memencut saja dan hal itu sudah menjadi milik umum dan tidak lagi memiliki nilai-nilai yang mencoreng institusi.

“Yang dilakukan Polres Sula itu kurang tepat,” kata Rikwanto, Kamis (18/6).

Menurutnya, unggahan yang dilakukan oleh Ismail Ahmad melalui akun Facebook tersebut tidak masalah dan tidak masuk dalam kategori yang menjadi atensi kepolisian.

Jenderal lulusan Akpol tahun 1988 itu juga telah meminta kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda agar memberi jukrah (petunjuk dan pengarahan) kepada jajaran agar lebih teliti lagi dalam mencermati informasi yang beredar di masyarakat terutama di media sosial.

“Anggota Reskrim Polres Sula sudah kami tegur,” aku Kapolda.

Rikwanto menegaskan, peristiwa yang dialami oleh Ismail Ahmad itu belum menjadi kasus dan belum dilakukan BAP (Berita Acara Pemeriksaan).

“Tidak ada kasus dan tidak ada BAP,” tegasnya.

Rikwan mengimbau, dalam penggunaan media sosial, masyarakat atau netizen juga harus bersikap arif, mana informasi yang ada sisi mengkritisi, mana informasi yang bersifat apa adanya dan mana informasi yang bercampur antara benar dan tidak benar serta mana informasi yang tidak benar sama sekali.

“Karena semua itu punya konsekuensi,” tandasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here