Dua Perusahaan di Galela Dianggap Merusak Ekologi DAS

0
Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur) saat menggelar aksi unjuk rasa.

PENA – Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur), menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati dan Kantor DPR Halmahera Utara, Senin (31/8).

Gempur menuntut  Pemkab dan DPRD Halut untuk mewarning PT Berinda Perkasa Jaya (BPJ) dan CV Stebers, dua perusahaan diduga cacat administrasi yang melakukan pertambangan secara ilegal di Galela dan Galela Utara.

Rahmat, kordinator aksi, dalam orasinya menjelaskan dua perusahaan tersebut sebelumnya tidak melakukan sosialisasi terkait dengan upaya perlindungan lingkungan hidup dan upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL-UPL). Sehingga masa aksi menduga kedua perusahaan tersebut bermasalah secara administarsi.

Informasi yang dihimpun Penamalut.com, kedua perusahaan ini mulai beroperasi pada tahun 2013 hingga saat ini. Dua perusahaan  pertambangan ini sudah lama melakukan operasi dan dianggap telah melakukan pengrusakan ekologi Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Dalam menentukan kesehatan lingkungan hidup masyarakat dan kemajuan ekonomi serta pembangunan masyarakat lingkar tambang, maka sangat penting untuk diatur oleh pihak masyarakat dan pemerintah desa,” teriak Rahmat dalam orasinya.

Selain itu Gempur mendesak pemerintah daerah agar segera mencabut izin dua perusahaan tersebut. Kepada PT. BPJ, diminta untuk segera memberikan hak pemdes dan masyarakat desa Bobisingo terkait potensi dan penggarapan material yang diambil secara ilegal. Sementara untuk CV. Stebers diminta untuk sesegera mungkin melakukan normalisasi lingkungan daerah aliran sungai di desa Mamuya. (FN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here