Melalui BSPS, Ternate Peroleh Bantuan 364 Unit Rumah Layak Huni

  • Bagikan
Salah satu rumah warga yang ditingkatkan dari tidak layak huni menjadi layak huni. (Foto: TFL BSPS).
banner 468x60

PENA – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2020 untuk membangun rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Program ini diterima masyarakat dari Kementerian PUPR melalui Balai Perumahan, ke Satuan Kerja Non-Vertikal (SNVT) Maluku Utara. Untuk pelaksanaan dikendalikan oleh Tim Teknis Kabupaten dan Kota dibantu oleh Koordinator Fasilitator (Korfas) Kota Ternate, dan untuk pendampingan di masyarakat diserahkan ke Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL).

Maluku Utara mendapat kuota 3020 unit rumah dengan pembagian secara merata di sepuluh kabupaten dan kota. Jumlah bantuan anggaran yang dialokasikan untuk setiap warga penerima bantuan adalah sebesar Rp 17,5 juta, dengan rincian Rp 15 juta untuk belanja bahan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang. Sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR Nomor 149/KPPS/M/2020.

Koordinator Fasilitator (Korfas) BSPS Kota Ternate Sofyan Abidin menjelaskan, di Kota Ternate kuota bantuan rumah untuk warga diberikan sebanyak 364 unit yang tersebar di 5 kecamatan dan 20 kelurahan. 20 kelurahan tersebut terdiri dari kelurahan Kampung Pisang berjumlah 4 unit rumah, Maliaro 10 unit, Moya 25 unit, Sangaji Utara 9 unit, Tarau 23 unit, Tabam 11 unit, Kulaba 21 unit, Togafo 20 unit, Tobololo 28 unit, Loto 24 unit, Takome 17 unit, Sulamadaha 34 unit, Bula 9 unit, Dorpedu 12 unit, Afe Taduma 15 unit, Rua 14 unit, Foramadiahi 29 unit, Jambula 14 unit, Gambesi 32 unit dan kelurahan Ngade sebanyak 9 unit.

Sofyan mengatakan, program ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), bukan untuk masyarakat tidak mampu. Maka, setiap warga penerima bantuan diwajibkan berswadaya. Dalam artian, bantuan akan diberikan apabila warga telah memiliki rumah untuk peningkatan kualitas layak huni serta telah memiliki sebagian bahan bangunan. Karena untuk membangun sebuah rumah menggunakan anggaran Rp 15 juta saja tidak cukup. Oleh karenanya, program bantuan dari pemerintah tersebut dinamakan BSPS.

“Sebagai swadaya warga telah memiliki rumah yang tidak layak huni. Dari situ, anggaran Rp 17,5 juta tersebut, kita manfaatkan untuk keperluan bahan bangunan demi melakukan peningkatan kualitas rumah warga penerima bantuan menjadi rumah layak huni. Jadi warga tidak menerima bantuan dalam bentuk uang, tapi dalam bentuk bahan, terutama untuk peningkatan struktur rumah,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebagai laporan ke pihak pusat, pihaknya membutuhkan bukti bangunan mulai dari pembangunan 0 (nol) persen, 30 persen, dan 100 persen. Maka, mulai dari peningkatan kualitas rumah layak huni, pembangunan rumah setengah jadi dan sudah jadi rumah akan dipertanggungjawabkan oleh pihaknya.

“Jadi kita buktikan itu ke pihak pusat melalui foto bangunan, termasuk juga foto bahan bangunan yang telah disiapkan oleh warga. Jadi penting bagi warga untuk menyiapkan fondasi rumah dan separuh bahan bangunan untuk memperoleh bantuan,” tambahnya.

Di Kota Ternate, lanjut Sofyan, progres pembangunan hingga saat ini rata-rata telah mencapai angka 75 persen. Tersisa sekian rumah yang baru masuk tahap pembangunan 30 persen. Sebagian kecilnya lagi masih tahap awal pembangunan.

“Jadi ketika bantuan diberikan kepada warga dan tidak ada pemanfaatan atau progres pembangunan maka kita terus mendorong untuk membangun. Agar program ini tepat sasaran dan tepat waktu sesuai dengan edaran Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Nomor 07/SE/Dr/2018 tentang petunjuk teknis penyelenggaraan bantuan stimulan perumahan swadaya,” tandasnya.

Penamalut.com beberapa waktu lalu menemui Arsad Artha, salah seorang warga penerima bantuan di Kelurahan Togafo Kecamatan Pulau Ternate. Dari pengakuan Arsad, bantuan pemerintah melalui program BSPS ini sangat membantu dirinya. Tidak hanya berupa bantuan bahan, tapi juga bantuan motivasi, dorongan untuk membanguan rumah layak huni untuk dia dan keluarganya.

Fondasi rumah warga bernama Arsad Arta di Kelurahan Togafo Kecamatan Pulau Ternate.

“Jadi kita awalnya hanya diam dan seperti tidak punya harapan untuk bangun rumah layak huni. Ya mungkin harapan untuk membangun itu ada. Hanya saja, sekedar harapan dan tidak tahu kapan rumah kita akan dibangun. Tapi setelah program ini datang, kita seperti diberi dorongan semangat untuk membangun rumah,” ungkapnya.

Saat kita kunjungi, keadaan rumah milik Arsad memang sangat memperihatinkan. Bangunan rumahnya hanya berukuran dua petak dengan satu ruangan dipakai sebagai kamar tidur, dan satu lagi berfungsi sebagai dapur. Untuk membuang hajat, Arsad membangun ruang kecil berukuran satu badan yang sekaligus berfungsi sebagai kamar mandi. Arsad merasa sangat bersyukur. Melalui program BSPS, dia punya asa untuk memiliki rumah yang layak huni.

“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada pemerintah, harapan untuk membangun rumah layak huni ini akhirnya tercapai,” ungkapnya penuh haru. (tre)

banner 1080x1080
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *