Takut Dianggap Mempersulit, Pemprov Malut Belum Terapkan KSWP

  • Bagikan
Kepala DPMPTSP Malut, Bambang Hermawan. (Ask/Penamalut)

PENA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara belum mau menerapkan konfirmasi status wajib pajak (KSWP) dalam setiap pelayanan izin di Malut. Ini karena ada ketakutan Pemprov lantaran dianggap mempersulit pihak perusahaan yang mau mengurus izin. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayananan Terpadu Satu Pintu (DPMPSTP) Malut, Bambang Hermawan, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/1/2021).

Menurutnya, jika pihaknya terlalu memaksakan konfirmasi status wajib pajak kepada perusahaan, maka akan dianggap mempersulit pelayanan. “Misalkan pajak bangunannya sudah dibayar atau belum. Ini seolah-olah kita dianggap mempersulit pelayanan. Sehingga itu, kita belum terapkan hal itu sebelum adanya kejelasan terkait konfirmasi status wajib pajak ini,” ujarnya.

Dikatakan Bambang, antaran DPTSPP Malut dengan DPMPSTP kabupaten/kota belum konek. Jika dipaksakan untuk persyaratan seluruh izin harus status konfirmasi wajib pajak, maka hal itu ditakutkan akan mempersulit izin. “Padahal masa pandemi ini kita harus perbanyak proses izin. Kalau kabupaten/kota memyampaikan hal itu ke setiap perusahaan, kemudian sistemnya sudah terintegrasi dan konfirmasi status wajib pajak belum keluar, maka izinnya tidak dapat di proses,” jelasnya.

“Ini yang kemudian menyulitkan kami. Makanya izin-izin besar saja yang kami terapkan konfirmasi status wajib pajaknya. Sedangkan untuk izin yang kecil kami belum paksakan terapkan KSWP ini,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, penerapan konfirmasi status wajib pajak ini siatemnya terintegrasi antara DPMPTSP dan kantor pajak. Setiap perusahaan yang melakukan perpanjangan izin dan sebagainya, wajib melunasi tunggakan pajak apa saja. Jika tidak, maka pengurusan izinnya tidak dapat diproses. Jika ini diberlakukan, maka perusahaan tidak lagi menunggak pajaknya. (ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!