Biaya Pascatambang PT NHM Perlu Dipertanyakan

  • Bagikan
Koordinator KATAM Malut, Muhlis Ibrahim.

PENA – Biaya pascatambang yang ditinggalkan PT Newcreast kepada PT Indotan Halmahera Bangkit sebagai manajemen baru PT NHM, dipertanyakan oleh Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara.

Koordinator KATAM Malut, Muhlis Ibrahim mengatakan, setelah divestasi saham NHM sebesar 75 persen dari Newcreast kepada Indotan Halmahera Bangkit pada 2019 lalu, setidaknya manajemen baru NHM itu penting untuk memberikan informasi ke publik terkait biaya pascatambang yang ditinggalkan oleh Newcreast setelah beroperasi selama 21 tahun di Maluku Utara.

“Hal ini menjadi penting karena PT NHM melakukan kegiatan penambangan disertai dengan pengolahan mineral dengan bahan kimia (beracun). Disamping itu, limbah tambang hasil pengolahan emas semakin hari semakin bertambah,” jelasnya.

Muhlis menegaskan, publik Maluku Utara merasa penting mengetahui hal itu karena ada kecemasan dibenak publik, terlebih masyarakat di Halmahera Utara yang berada dekat dengan wilayah operasi PT NHM.

“Meskipun hal itu adalah kewajiban perusahaan, tapi transparansi menyangkut anggaran pascatambang itu sangat penting untuk publik ketahui. Apalagi operasinya sudah 21 tahun di Maluku Utara,” tutup Muhlis. (*)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!