Gubernur Malut: Perusahaan Yang Merusak Lingkungan Akan Dicabut Izinnya

0
Gubernur AGK (pakai peci) saat menemui massa aksi yang menggelar aksi di kantor perwakilan Pemprov Malut di Ternate, siang tadi. (Ask/Penamalut)

PENA – Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba menegaskan akan mencabut izin operasi perusahaan pertambangan yang merusak lingkungan di Provinsi Maluku Utara.

Ketegasan orang nomor satu di jajaran Pemprov Malut itu disampaikannya saat menemui massa aksi Front Anti Tambang dan Limbah (FRONTAL) yang menggelar aksi di kantor perwakilan Pemprov Malut di Ternate, Rabu (24/2) siang tadi.

“Perusahaan yang merusak lingkungan harus dicabut izinnya,” tegas AGK dihadapan massa aksi.

Terkait tuntutan massa aksi yang mendesak Gubernur mencabut izin pembuangan limbah oleh PT. Trimegah Bangun Persada, dirinya juga menegaskan bahwa sampai saat ini ia belum menandatangani izin tersebut. “Sampai saat ini saya belum menandatanganinya dan saya belum mengizinkan. Karena ini masih dipelajari dari tingkat pusat sampai daerah,” ujarnya.

“Jangan sampai ini berbahaya untuk masyarakat di Malut. Jadi semua tuntutan massa aksi ini akan kita pelajari dan kalau memang berbahaya, siapapun tidak menginginkan hal itu,” jelasnya.

massa aksi yang menamakan FRONTAL Malut saat menggelar aksi di depan kantor perwakilan Pemprov Malut di Ternate. (Ask/Penamalut)

Sementara dalam tuntutan massa aksi terdapat empat poin. Pertama, mendesak Gubernur mencabut izin pembuangan limbah tailing di Obi. Kedua, meminta Gubenur untuk tidak mengizinkan perusahan tambang yang membuang limbah tailing. Ketiga, mendesak Gubernur mencabut izin kawasan perairan pembuangan limbah yang telah dikantongi PT. Trimegah Bangun Persada. Empat, mencabut izin PT. Amasing Tabara.

“Jika tuntutan kami tidak digubris, maka kami akan datang dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi,” teriak salah satu orator aksi. (ask)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here