Dishut Malut Sebut PT. Amazing Tabara Belum Bisa Beroperasi di Kawasan Hutan

  • Bagikan
Suasana pertemuan masyarakat Obi dengan SKPD terkait di pemprov Malut yang diinisiasi oleh Dit Intelkam Polda Malut. (Istimewa)

PENA – Izin pinjam pakai kawasan hutan untuk dijadikan operasional perusahaan oleh PT. Amazing Tabara masih di proses di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sebelum izin tersebut dikeluarkan KLHK, maka PT. Amazing Tabara belum bisa beroperasi di kawasan tersebut.

Kepala Bidang Perencanaan dan Penggunaan Kawasan Hutan pada Dinas Kehutanan (Dishut) Malut, Basyuni Tahir, menjelaskan bahwa dalam pemanfaatan ruang kehutanan, memang PT. Amazing Tabara secara legal formal telah memiliki izin operasi produksi.

Permasalahn selanjutnya berkaitan dengan operasional perusahan, ini harus memohon untuk pinjam pakai kawasan hutan. Regulasi kehutanan itu namanya izin pinjam pakai kawasan hutan. Dengan perizinan atau dasar ini, barulah kemudian perusahan bisa beroperasi di lapangan.

“Sehingga kalau izin ini belum dikantongi, perusahan belum bisa melakukan aktivitas,” katanya saat ditemui usai pertemuan dengan pihak Polda Malut dan masyarakat pulau Obi yang masuk dalam lingkar tambang PT. Amazing Tabara, Selasa (8/3) tadi.

Basyuni bialng, sementara untuk data yang ada di Dinas Kehutanan Malut, PT. Amazing Tabara sudah memohon pertimbangan teknis pada 5 Agustus 2019. Surat permohonan pertimbangan teknis ini terkait izin pinjam pakai kawasan hutan. Pihaknya sudah mengeluarkan pertimbangan teknis terkait dengan permohonan tersebut pada tanggal 8 Oktober 2019 dan kemudian menjadi dasar pihak perusahan untuk memohon izin pinjam pakai ke KLHK.

Sehingga itu, izin pinjam pakai ini masih di proses di Kementrian. Dengan demikian, perusahan belum bisa melakukan aktivitas dalam kawasan hutan. Sebab area yang dimohon untuk pinjam pakai semuanya masuk dalam kawasan hutan.

“Jadi rencana aktivitas perusahan ini dalam kawasan hutan semua dengan luas kurang lebih 266 hektar. Kalau izin dari Kementrian belum ada, kemudian perusahan sudah beraktivitas, maka itu ilegal,” tandasnya.

“Artinya, siapapun menurut Undang-Undang Kehutanan dilarang beraktivitas tanpa izin dalam kawasan hutan, ini aspek pidana. Data yang kami kantongi juga PT. Amazing Tabara belum beraktivitas,” pungkas menutup. (nda)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!