KATAM: Masalah Besar PT NHM Adalah Kerusakan Lingkungan

0
Koordinator KATAM Maluku Utara, Muhlis Ibrahim. (Istimewa)

PENA – Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara, membeberkan PT Nusa Halmahera Minerals (PT NHM) dimasa kepemilikan Newcrest cukup banyak masalah lingkungan yang terjadi.

Koordinator KATAM Malut, Muhlis Ibrahim, mengungkit kembali beberapa informasi persoalan lingkungan yang terjadi setelah PT NHM resmi beroperasi sejak tahun 1997 silam.

Pada tahun 2010, Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan masalah serius terkait keberlanjutan ekosistem di Teluk Kao. Dari penelitian itu, kata Muhlis, beragam ikan yang hidup di sana sudah tercemar racun mercuri dan sianida.

Sekain itu, di tahun 2011 dan 2012, pipa limbah (tailing) milik perusahaan jebol dan limbah mengalir ke Sungai Kobok dan Ake Tabobo serta beberapa anak sungai yang bermuara ke Teluk Kao.

Persoalan lingkungan itu, tambah Muhlis, tidak diselesaikan secara transparan ke publik. Bahkan hingga kini masih menyimpan begitu banyak misteri.

Kini, PT NHM dibawah kendali Indotan Halmahera Bangkit tentu harus lebih serius melihat persoalan lingkungan. Sejak peralihan saham dari Newcrest, PT Indotan tidak hanya mewarisi emas, tapi juga mewarisi persolan lingkungan.

“Ada dua hal penting yang patut menjadi perhatian serius PT NHM sekarang dan penting diketahui oleh publik,” kata Muhlis.

Pertama, jelas Muhlis, bagian selatan dari Pit Gosowong yang merupakan zona mineralisasi dan alterasi yang ditinggalkan terlihat adanya failure dan longsoran serta dalam kondisi masih terbuka, sehingga air hujan dan rembesan air yang ada akan dapat menghasilkan air asam tambang.

“Hal ini berpotensi mencemari badan air di sekitarnya. Khususnya sungai-sungai Tabobo yang alirannya sebagian berasal dari daerah ini. Aliran Sungai Tobobo melewati Desa Tobobo dan daerah Beringin dimana penduduk mempergunakan air sungai sebagai sumber kehidupan,” jelas Muhlis.

Kedua, tambah Muhlis lagi, PT NHM juga perlu meng-update kondisi terkini lingkungan secara internal maupun eksternal. Juga kualitas beberapa sungai strategis, yaitu sungai Tobobo dan sungai-sungai lainnya yang punya kaitan erat dengan aktivitas PT NHM.

“Berdasarkan laporan hasil pantauan dan evaluasi konservasi sumberdaya mineral dari kementrian ESDM di daerah gosowong tahun 2005, dimana kandungan total merkuri pada endapan sungai yang mengalir ke Teluk Kao menunjukkan kecenderungan meningkat. Ditambah lagi dengan kemungkinan potensi pencemaran yang bersumber dari proses sianidasi, maka akan menambah beban dan membahayakan bagi kelangsungan hidup biota laut di daerah Teluk Kao,” jelas Muhlis.

Terkait dengan persoalan diatas, kata Muhlis, pihaknya memberikan masukan kepada PT NHM untuk menyeriusi persoalan lingkungan.

“Sebab dalam kajian kami, kerusakan lingkungan yang ditinggalkan oleh NHM di era Newcreast akan menjadi beban berat bagi pihak PT Indotan ke depan,” tutup Muhlis. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here