Proyek Jalan Goin-Kedi, Dinas PUPR Halbar Tetap Pertahankan Pihak Ketiga

0
Proyek jalan Goin-Kedi yang menghubungkan kecamatan Ibu dan Loloda, Halmahera Barat, baru mencapai progres 12 KM dari total 21 KM.

PENA – Kabar tentang pemutusan kontrak kepada pihak ketiga dalam proyek jalan Goin-Kedi, yakni PT Alva Adiel, justru tidak terjadi.

Hal itu karena Dinas PUPR Halmahera Barat (Halbar) hingga kini masih mempertahankan PT Alva untuk memegang proyek tersebut.

Kepala Dinas PUPR Halbar M. Yusuf, saat dikonfirmasi Selasa (6/04) mengatakan, pemutusan kontrak tidak pihaknya lakukan karena hanya PT Alva Adiel yang menjadi kontraktor jalan hotmix.

“Maka tidak ada tender ulang. Karena kontraktor jalan hotmix cuma PT Alva, jadi kalau tender ulang tetap dia yang dapat,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, untuk anggaran proyek tersebut sampai saat ini baru dicairkan oleh pihak Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sebesar 45 persen.

“Jalan Goin-Kedi itu kan baru cair uangnya 45 persen sedangkan pekerjaannya sudah sekitar 70 persen,” cetusnya.

Yusuf mengaku, anggaran proyek yang menghubungkan desa Goin di kecamatan Ibu hingga desa Kedi di kecamatan Loloda tersebut hingga kini masih tertahan.

“Jadi kami dilema kalau kami putus kontrak kontraktornya untuk jalan hotmix cuma satu yaitu PT. Alva Adiel,” ucapnya.

Menurutnya, lebih baik pihaknya terima tanda tangan dari pihak ketiga untuk kontraknya. Demi untuk kepentingan masyarakat.

Yusuf menambahkan, sudah dibuat kontrak tapi masih menunggu tiang pancang untuk pembuatan jembatan dalam progres pekerjaan jalan dan jembatan Goin-Kedi.

“Nanti tiangnya sudah ada di lokasi baru kerja. Memang alat berat sudah ada tapi masih menunggu tiangnya,” jelasnya.

Sekadar diketahui, proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Alva Adiel dengan pagu anggaran Rp 51 miliar dan nilai kontrak Rp 49.454.600.000, yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) melalui pinjaman Pemda Halbar tahun 2018. PT. Alva Adiel diberikan waktu pekerjaan selama 210 hari kalender sejak Rabu 3 Oktober 2018 dan berakhir 30 April 2019.

Sebelum itu juga Anggota Komisi III DPRD Halbar, Asdian Taluke, mendesak aparat penegak hukum menelusuri proyek jalan tersebut. Pekerjaan fisik, menurut tinjauan langsung Asdian, sudah kurang lebih baru 50 persen. Sementara itu realisasi pembayaran baru Rp 22.390.920.000, atau kurang lebih 45,28 persen.

Politisi Partai Gerindra itu juga menyebutkan progres jalan yang sudah di aspal itu sekitar 6 sampai 7 kilometer dan masih menyisakan sekitar 12 kilometer yang belum diaspal.

“Karena kualitas aspal yang kurang bagus sehingga curah hujan seperti sekarang, menyebabkan aspal sudah ada yang rusak,” ucapnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here