Praktisi Hukum Soroti Penanganan Kasus Pembakaran Rumah di Halmahera Barat

  • Bagikan
Tim labfor saat melakukan uji forensik terhadap kebakaran rumah di Desa Bobanehena beberapa waktu lalu. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, JAILOLO – Masih ingat bentrokan antar Desa Payo dan Desa Bobanehena, Kabupaten Halmahera Barat, yang berujung pembakaran rumah milik warga Desa Bobanehena pada 13 Mei lalu?

Hingga kini, pelaku pembakaran rumah tersebut belum juga diungkap pihak kepolisian dari Polres Halbar.

Lambatnya penanganan kasus pembakaran rumah warga ini mendapat sorotan dari praktisi hukum, Muhammad Konoras.

Menurut Konoras, kasus pembakaran rumah ini akibat bentrok kedua desa. Untuk itu, dalam pengungkapan kasus ini harus benar-benar adanya kehati-hatian polisi untuk mengungkap siapa pelakunya dan harus dibutuhkan adanya uji laboratorium forensik.

“Uji laboratorium forensik ini telah dilakukan oleh tim forensik dari Polda Sulawesi Selatan, dan hasilnya menurut saya tidak perlu lama-lama,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (8/6).

Lanjut dia, pengungkapan kasus ini hrus secepatnya, karena ini berkaitan dengan tempat tinggalnya orang. Sebab orang yang merasa dirugikan akibat rumahnya terbakar ini mengharapkan adanya kepastian tentang siapa pelaku dibalik pembakaran itu.

“Jadi saya harapkan Polres Halbar agar tidak terlalu lama mengungkap kasus ini,” pintanya.

Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Kota Ternate ini juga meminta pihak kepolisian agar setiap progres penanganan kasus ini tidak boleh tertutup dan harus terbuka, karena ini nyata bahwa peristiwa pidananya sudah terjadi.

Oleh karena itu, fungsi polisi sebagai penyelidik itu punya kewajiban untuk mencari dan menemukan pelaku serta perhatian polisi harus aktif dalam kasus ini.

Ia bilang, ketika polisi hanya diam dan menunggu hasil forensik, maka itu bukan namanya penyelidik. Sebab definisi penyelidikan adalah mencari dan menemukan. Artinya bahwa polisi harus aktif, karena ini menyangkut tempat berlindungnya korban dari panas dan hujan.

“Kasihan kalau polisi lambat menentukan siapa tersangkanya, apalagi sudah ada investigasi dari forensik,” ucapnya.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Maluku Utara ini juga menuturkan bahwa selama ini terjadi penegakan hukum yang lambat, sehingga berimbas pada kepentingan masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain.

“Ketika kelompok masyarakat yang satu menganggap bahwa diperlakukan secara tidak adil dan penegakan hukumnya lambat, akan berimbas pada gesekan-gesekan sosial lainnya. Maka dari itu saya minta pada Polres Halbar untuk tidak mengganggap ini sebagai hal yang enteng,,” bebernya.

“Jadi sekali lagi saya harap agar segera ungkap pelaku pembakaran tersebut, jangan sampai adanya gesekan sehingga menimbulkan peristiwa pidana yang lain,” sambungnya. (yadi/red)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!