banner 1080x1080 banner 1080x1080 banner 1080x1080

Fraksi Hanura DPRD Halbar Minta Pemkab Buat Perda Penataan Pasar Tradisional

  • Bagikan
Anggota Komisi I DPRD Halbar, Tamin Ilan Abanun. (Dok pribadi)
banner 468x60

PENAMALUT.COM, JAILOLO – Fraksi Hanura DPRD Halmahera Barat meminta kepada Pemerintah Kabupaten Halbar agar membuat peraturan daerah (Perda) tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional. Ini menyusul rencana beroperasinya 20 gerai Indomaret di sejumlah titik di wilayah Halbar.

Ketua Fraksi Hanura DPRD Halbar, Tamin Ilan Abanun menuturkan, kehadiran pasar modern ini juga dikhawatirkan negara terhadap matinya pasar tradisional. Sehingga Presiden perlu mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor:112/2007 tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional dan toko modern.

Selain Perpres, pemerintah juga mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor: 70/M-DAG/PER/12/2013 tahun 2013 tentang pedoman penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern. Kebijakan ini tidak lain adalah dalam rangka untuk melindungi pasar tradisional.

Kata Tamin, dalam Permendag tersebut sudah jelas mengatur peraturan zonasi dan juga pendirian toko modern harus berpedoman pada rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana detail tata ruang (RDTR) wilayah kabupaten.

“Sudah banyak kasus di daerah bahwa hadirnya pasar modern seperti Indomaret dapat menggusur usaha-usaha kios kecil. Kalau kita mempelajari penelitian dan kajian apapun, kesimpulannya tetap sama yakni kehadiran pasar modern, cepat atau lambat dapat mematikan pasar tradisional,” ujar Tamin kepada wartawan, Kamis (1/7).

Hal ini membuat beberapa daerah di Indonesia menolak kehadiran pasar modern atau Indomaret.

“Lihat saja di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, Bupatinya menolak dengan alasan meskipun Kota Kerinci tidak terlihat sama seperti kota lainnya, yang terpenting adalah rakyatnya bisa berusaha dan mandiri dalam usahanya,” tukasnya.

“Maksud saya begini, ketika Pemkab Halbar sudah bersepakat untuk menghadirkan pasar modern, maka sebagai langkah antisipatif apa yang Pemda harus lakukan. Agar kejadian-kejadian buruk di daerah lain tidak terjadi juga di Halbar,” katanya lagi.

Ia berharap Pemkan Halbar tidak hanya beropini di media, apalagi dengan bahasa tidak terjadi apa-apa. Sebab belum tentu kehadiran pasar modern di Halbar tidak menggusur pasar tradisional.

Apalagi Pemkab langsung mempresentasikan jika 15 gerai Indomaret yang didirikan di Halbar dapat mempekerjakan kurang lebih 120 orang. Dengan begitu pengangguran di Halbar dapat diminimalisir.

“Kalau menghitung seperti itu, saya bisa membandingkan misalnya satu gerai Indomaret itu dapat mematikan paling sedikit 10 kios kecil, dan satu kios itu bisa menghidupi 3 sampai 6 orang. Kita hitung rata-rata saja 4 orang dalam satu rumah yang bergantung pada satu kios. Tinggal dikalikan dengan 10 kios kemudian dikalikan lagi dengan 15 gerai Indomaret, maka 600 orang di Halbar siap menambah daftar jumlah penduduk miskin,” terangnya.

Untuk itu, mantan Ketua Prodi Ilmu Politik Universitas Mubammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate ini menyarankan kepada Pemkab Halbar agar mempertimbangkan kembali dalam rangka untuk menjaga keseimbangan antara jumlah pasar tradisional dengan toko modern.

Begitu juga terkait dengan jumlah dan jarak antara pasar tradisional dan toko modern harus diatur Pemkab, karena ini juga diatur dalam Permendag. Sebagaimana diatur dalam Permedag, jumlah dan jarak dalam penetapan Pemda harus mempertimbangkan 7 hal, yakni tingkat kepadatan dan pertumbuhan penduduk di masing-masing daerah sesuai data sensus tahun terakhir. Potensi ekonomi daerah setempat. Aksesibilitas wilayah. Dukungan keamanan dan ketersediaan infrastruktur. Perkembangan permukiman baru. Pola kehidupan masyarakat setempat. Jam kerja toko modern yang sinergi dan tidak mematikan usaha toko eceran tradisional disekitarnya.

“Jadi intinya kehadiran gerai Indomaret itu sangat penting di Halbar, tapi perlindungan terhadap pasar tradisional itu juga jauh lebih penting,” ujarnya. (yadi/ask)

banner 1080x1080
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *