Karena Dendam, Pria di Ternate Curi Uang Rp 53 Juta Milik Mantan Majikan

  • Bagikan
Pihak Polres Ternate saat konferensi pers terkait kasus pencurian pelaku berinisial AP alias Anas (31). (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Diduga punya motif dendam karena dipecat, seorang pria berinisial AP alias Anas (31 tahun) nekat mencuri uang Rp 53 juta milik mantan majikannya di toko depot beras di kelurahan Gamalama, kota Ternate.

Kasus ini dilaporkan oleh korban atas nama Sudirman atau Haji Sudi ke Polres Ternate pada Minggu, 25 Juli 2021 kemarin. Dihari yang sama, berdasarkan bukti CCTV di tempat kejadian perkara (TKP), Tim Resmob Polres Ternate langsung menangkap pelaku di kediamannya di kelurahan Mangga Dua, kota Ternate.

Saat ke kediaman pelaku, Tim Resmob mendapati pelaku sedang tertidur atau istirahat. Pelaku langsung digiring ke Mapolres Ternate untuk diinvestasi dan pengembangan lebih lanjut.

Kapolres Ternate, AKBP Aditya Laksimada, dalam konferensi pers yang digelar, Senin (26/7) mengungkapkan, pelaku telah mengincar toko tempat ia pernah bekerja sejak Sabtu, 24 Juli.

“Pelaku akhirnya melakukan aksinya pada Minggu esoknya setelah lebih dulu mencuri kunci toko di hari sebelumnya (Sabtu),” ungkap Aditya dalam konferensi pers yang didampingi Kasatreskrim Polres Ternate AKP Said Aslam dan Kasubaghumas Ipda Wahyuddin.

Aditya menambahkan, dari pengembangan yang dilakukan akhirnya terungkap jika pelaku menyimpan seluruh uang hasil curiannya sebesar Rp 53 juta di salah satu jembatan di kelurahan Gambesi, kecamatan Ternate Selatan.

“Pelaku melakukan aksinya sendiri. Karena pernah bekerja disitu, pelaku telah mengetahui seluk beluk toko. Termasuk berangkas dan uang di kasir. Jadi, uang sebesar Rp 50 juta dicuri dari berangkas dan Rp 3 juta dicuri di tempat kasir,” jelas Aditya.

Tersangka diancam pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman pidana 7 tahun penjara. Hingga kini, pihak Polres masih melakukan penyelidikan kepada tersangka.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Said Aslam mengungkapkan, aksi yang diduga dilakukan pelaku karena motif sakit hati. Pelaku sering dituduh suka menggelapkan uang saat masih bekerja di toko tersebut.

“Niat telah direncanakan pelaku pada hari Sabtu sebelum melakukan aksi pada Minggu esok harinya. Suasana saat itu sepi, ketika pemilik toko keluar bersama istri, pelaku langsung melakukan aksinya,” tutupnya. (*)

banner 680x680 banner 1280x473
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!