Pasca Tambang Rakyat Kusubibi Ditutup, Warga Mulai Kesusahan

  • Bagikan
Tambang rakyat Kusubibi. (Foto warga)

Tagih Janji Bupati Waktu Kampanye

PENAMALUT.COM, LABUHA – Dampak dari penutupan tambang rakyat Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan mulai dirasakan warga.

Warga yang hari-hari sebelumnya hanya bergantung ke tambang, kini mulai merasa kesusahan dalam hal ekonomi.

“Kitorang (kami) sekarang sudah susah. Anak telepon minta doi sekolah, kami sudah tidak bisa kirim. Karena sudah tidak menambang, tambang sudah ditutup,” keluh salah satu warga yang enggan menyebut namanya.

Ia dan warga lainnya merasa kecewa terhadap Bupati Usman Sidik atas penutupan tambang tersebut. Padahal kata mereka, seharusnya Bupati fokus pada program 100 hari kerjanya, bukan malah menutup aktivitas tambang Kusubibi.

“Kami menagih janji Bupati waktu kampanye bahwa tidak akan menutup tambang. Janji itu juga pernah Bupati sampaikan saat Bupati dan Pak Jasri Usman turun silaturahmi dengan masyarakat Kusubibi. Tapi apa yang terjadi hari ini, Bupati justru ingkar janji,” katanya dengan kecewa.

Ia juga menyampaikan informasi yang didapat warga bahwa penghentian aktivitas tambang Kusubibi ini dikarena perusahan NHM yang direncanakan masuk beroperasi di Kusubibi.

“Kalau ini sampai terjadi, bagaimana nasib kami ke depan. Kami tidak mau seperti di Kao dan Malifut,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPRD Halsel, Hi. Sagaf Hi. Taha menuturkan, penutupan tambang Kusubibi oleh pemerintah sudah jelas sesuai dengan ketentuan. Tentu hal ini menjadi kewajiban semua pihak termasuk pemerintah daerah untuk mempercepat proses legalisasi perizinan tambang rakyat Kusubibi, terutama dalam upayah untuk menjawab ekonomi masyarakat di tengah masa pandemi. Ini menjadi sesuuatu yang penting untuk diperjuangkan.

Soal edaran Camat Bacan Barat yang menutup aktivitas tambang, Sagaf belum bisa memastikan apakah surat itu menindaklanjuti arahan Bupati ataukah Camat sendiri yang berinisiatif.

Kata dia, memang ada Peraturan Bupati tentang pendelegasian kewenangan Camat sebagaimana yang telah disampaikan. Tentu ini salah di antaranya adalah memfasilitasi proses perizinan yang di wilayah hukum pemerintahannya. Kusubibi masuk dalam wilayah hukum pemerintahan Kecamatan Bacan Barat, maka ini juga menjadi bagian dari ruang kerjanya Camat.

Meski urusan pertambangan adalah urusan pemerintahan pusat, ia berharap pertambangan rakyat ini segera diproses untuk dilegalkan. Sebab jika tidak, ini kemudian berimplikasi terhadap ekonomi masyarakat.

“Saya berharap ini segera diperhatikan terkait legalitas tambang rakyat ini,” harapnya. (rul/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!