DPRD dan Bupati Sula Didesak Tindaklanjut Dugaan Korupsi di Sejumlah Instansi

  • Bagikan
Puluhan massa aksi saat menggelar unjuk rasa di kantor Bupati Sula. (Isrudin/Penamalut)

PENAMALUT.COM, SANANA – Puluhan massa aksi yang menamakan diri Front Bersama (FB) Kepulauan Sula menggelar aksi mendesak DPRD dan Bupati Sula menindaklanjuti dugaan korupsi di sejumlah instansi di Sula.

Massa aksi yang berjumlah 30 orang dengan menumpangi mobil pick-up dan membawa spanduk ini lebih dulu mendatangi kantor Bupati Sula.

Koordinator aksi, Fahridani Umamit dalam orasinya mendesak Komisi III DPRD dan Bupati Kepulauan Sula agar segara menindaklanjuti sejumlah proyek yang terindikasi korupsi.

Proyek yang dimaksud itu adalah pembangunan MCK di 29 desa dengan total anggaran16 miliar rupiah yang tidak sesuai RAB-nya. Proyek selanjutnya adalah jembatan air kali Baleha dengan total anggaran 3 miliar, namun pekerjaannya terbangkalai yang mengakibatkan pekerjaan tahap dua terhambat.

Selain itu, ada 26 paket proyek yang tidak beres dan sudah dilaporkan ke Polres Sula sejak tahun 2020 lalu. 18 paket lainnya juga diduga terjadi maladmistrasi.

“Ada juga dugaan pemotongan DAK di Dinas Pendidikan Sula yang ditemukan Pansus DPRD pada tahun 2020 serta anggaran APD yang terindikasi adanya disalahgunakan. Maka dari itu, Bupati harus segera rekomendasikan ke pihak penegak hukum untuk dituntaskan,” desak Fahridani.

Selain berorasi, massa aksi juga menyerahkan poin tuntutan mereka kepada Bupati Fifian melalui ajudannya. (ish/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!