Masalah Air Bersih di Wilayah Hamente, DPRD Halbar Berikan 2 Opsi

  • Bagikan
Ketua DPRD Halbar, Charles R. Gustan. (Haryadi/Penamalut)

PENAMALUT.COM, JAILOLO – Permasalahan air bersih 7 desa di wilayah Hamente, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat ditanggapi DPRD Halbar.

Lewat Komisi III DPRD Halbar, memberikan 2 opsi, salah satunya proyek air bersih ini bakal dianggarkan pada tahun 2022.

Ini diungkapkan Ketua DPRD Halbar, Charles Richard Gustan saat memimpin rapat dengar pendapat (RDP) antara komisi III dan warga 7 desa yakni Desa Tibobo, Hoku-hoku Gam, Gamnyial, Campaka, Ngaon, Gamsungi, dan Taba Campaka.

Menurut Richard, Komisi III DPRD saat ini telah meninjau ke lokasi Hamente terkait permasalahan air bersih.

Richard bilang, pekerjaan yang dilakukan oleh balai SDA yang kemudian dialihkan ke Desa Gamomeng. Setelah dilihat kontrak pekerjaan itu adalah program yang harus dilakukan di 7 desa Hamente termasuk Taba Campaka, maka komisi III bersepakat harus turun ke lokasi.

“Jadi tuntutan warga itu 2 kilometer pipa yang dihitung dari pipa induk, mengapa tidak dipasang sisanya masuk ke 24 kepala keluarga di Desa Hoku-hoku Gam,” tuturnya, Selasa (28/9) kemarin.

Hal ini membuat warga marah, sebab kontrak perjanjian di Sahu Timur khususnya Hamente tidak adanya koordinasi kemudian dipindahkan ke Gamomeng.

“Maka DPRD berkesimpulan dengan opsi pertama akan dianggarkan pada 2022 juga masuk ke desa yang sama di Sahu Timur,” jelasnya.

Charles juga menyarankan ke depan untuk Balai SDA, ketika ada program dari pemerintah pusat, harus ada koordinasi khusus antara pihak PDAM dan masyarakat yang menerima program tersebut.

“Kami juga secara lembaga berterima kasih ke Balai SDA yang telah memberikan program air ke masyarakat,” tuturnya. (adi/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!