Akademisi Sentil Inspektorat Halsel: Jangan Takut Perangi Korupsi

  • Bagikan
Akademisi Universitas Khairun (Unkhair), Dr Muammil Sun’an. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, LABUHA – Hasil audit ketaatan atas pengelolaan keuangan pada Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) periode I Januari sampai 4 Agustus 2021, ditemukan penggunaan anggaran fiktif sebesar Rp500 juta lebih.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Inspektorat Halsel, Saiful Turuy, memilih bungkam atas temuan tersebut. Bahkan diduga, ia melindungi dalang dibalik dugaan korupsi di internal Ispektorat Halsel. Saat ditemui, Senin (4/10) kemarin, Saiful tak menanggapi pertanyaan dari wartawan.

Dia justru berkilah, serta mengarahkan wartawan untuk meminta ketarangan terkait temuan dari hasil audit internal Inspektorat Halsel itu ke Staf Khusus Bupati, M Yunus Nizar.  

Dihubungi terpisah, akademisi Universitas Khairun (Unkhair), Dr Muammil Sun’an, mengatakan terkait temuan dugaan korupsi yang terjadi di Inspektorat Halsel bukan menjadi tugas staf khusus untuk memberi keterangan ke awak media.

Staf khusus, sambung Muammil, mempunyai tugas membantu Bupati dengan memberikan saran, pendapat, masukan dan pertimbangan berdasarkan pengamatan, Analisa dan kajian dalam bentuk perumusan kebijakan, dan pemecahan masalah sesuai substansi tugas.

“Artinya, dalam melaksanakan tugasnya, staf khusus wajib menerapkan koordinaso, integrasi dan sinkronisasi yang baik dengan unsur perangkat daerah dan instansi pemerintah lainnya,” jelasnya, melalui pesan singkat Whatsapp, (5/10) pagi tadi.

Selain itu, staf khusus kata dosen Ilmu Ekonomi dan Kebijakan Publik Unkhair ini merupakan unsur yang kerjanya bersifat kolektif dan atau perorangan. Staf khusus juga menurutnya tidak membawahi perangkat daerah, yang secara operasional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati.

“Untuk itu, terkait kasus korupsi di inspektorat bukan tugas dari staf khusus. Karena dia-Yunus Nizar, hanya bertanggung jawab langsung kepada bupati,” jelasnya.

Menurutnya, Kepala Inspektorat seharusnya memberikan komentar karena dugaan korupsi tersebut berada dalam lembaga yang dia pimpin.

“Sebagai Plt Kepala Inspektorat Halsel, jangan takut, harus berani dan menjadi pahlawan dalam memerangi korupsi. Janga hanya lakukan tugas dan fungsi untuk mengevaluasi kinerja OPD lain, sementara dalam internalnya sendiri bermasalah,” pungkas Muammil. (rul)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!