MAJANG  

Ternate Masih Butuh Tim Ahli Cagar Budaya

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Sarif H. Sabatun. (Udi/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Pemerintahan Kota Ternate melalui Dinas Kebudayaan (Dikbud) mengaku masih banyak situs cagar budaya di Kota Ternate belum terdaftar melalui registrasi nasional.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Sarif H. Sabatun mengatakan, untuk cagar budaya di Kota Ternate yang terdaftar nasional baru Benteng Oranje.

Sedangkan Benteng Tulokko, Benteng Fuerza Nueva dan Benteng Santo Paulo di Kelurahan Kastela, Benteng Santo Pedro dengan sebutan Kota Janji di Kelurahan Ngade, Benteng Kalamata, Kedaton Kesultanan, Masjid Sultan dan sebuah Benteng di Takome belum terdaftar.

“Yang belum terdaftar itu baru disusun peringkat terkait cagar budaya. Namun, kita masih terkendala dengan tim ahli, karena harus ada rekomendasi. Sementara tim ahli di kabupaten/kota belum ada, yang ada baru di provinsi,” tutur Sarif kepada Nuansa Media Grup (NMG), Kamis (25/8).

Menurutnya, pembentukan tim ahli harus melalui asesmen, tetapi harus ke Jakarta terlebih dahulu kemudian mengantongi sertifikat dari tim ahli.

“Jadi untuk sementara ini barangkali permintaan peringkat cagar budaya harus mengklasifikasi cagar budaya. Mulai dari kabupaten/kota maupun nasional. Kita juga masih menunggu data-data cagar budaya dari Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba,” jelasnya.

Sarif juga mengakui, cagar budaya di Kota Ternate sangat banyak, tetapi datanya tidak bisa dihafal satu persatu. Itu sebabnya, masih banyak cagar budaya yang belum terdaftar.

“Ini harus diupayakan untuk dilakukan pendaftaran cagar budaya, tentu melalui rekomendasi dari tim ahli,” katanya.

Kemudian untuk Benteng Oranje, kata Sarif, situs ini sudah ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan sebagai cagar budaya nasional.

Di sisi lain, Sarif berujar, pembentukan tim ahli juga butuh anggaran besar karena menggunakan asesmen. Sebab, kebutuhan anggaran juga mendatangkan fasilitator dari pusat untuk mengkaji situs cagar budaya. Namun, anggaran tersebut diusulkan pada tahun 2023.

“Kami sudah menghubungi ketua tim ahli dari Provinsi Maluku Utara. Mereka sudah bersedia untuk bahas peringkat pendataan cagar budaya ini. Cagar budaya memang sudah ada di kementerian, tetapi klasifikasi cagar budaya nasional belum ditetapkan melalui surat keputusan (SK) Wali Kota Ternate, yang itu belum ada semua,” pungkasnya. (udi/tan)

Respon (11)

  1. Ping-balik: have a peek here
  2. Ping-balik: บาคาร่า
  3. Ping-balik: credit cards shop
  4. Hiya! I know this is kinda off topic nevertheless I’d figured I’d ask. Would you be interested in exchanging links or maybe guest authoring a blog post or vice-versa? My blog goes over a lot of the same subjects as yours and I think we could greatly benefit from each other. If you are interested feel free to shoot me an e-mail. I look forward to hearing from you! Fantastic blog by the way!

Komentar ditutup.