KNPI Malut Mendukung Aksi Mahasiswa ke PT Antam

  • Bagikan
banner 468x60

PENA – DPD KNPI Maluku Utara (Malut) memberikan dukungannya kepada sejumlah mahasiswa dan pemuda Halmahera Timur yang menggelar aksi, pada Rabu 10 Juni lalu, terkait tuntutan transparansi anggaran pendidikan berasal dari dana CSR PT Aneka Tambang (Antam).

Sekretaris KNPI Malut, M. Ardiyansyah, Sabtu (13/6/2020) menyatakan, sesuai beberapa keterangan yang dia terima, selama ini Antam tidak pernah terbuka soal jumlah anggaran pendidikan yang dialokasikan dalam setahun.

“Tuntutan aksi rekan-rekan mahasiswa ini wajar. Dana yang melalui CSR ini harusnya Antam transparan. Selain itu, daerah-daerah yang memiliki sumber daya alam yang dikelola BUMN harusnya lebih memprioritaskan pada sektor pengembangan pendidikan masyarakat sekitar,” kata Ardiyansyah.

Dia menambahkan, meski program prioritas mendasar lain seperti kesehatan maupun program produktif yang melibatkan masyarakat juga harus diperhatikan. Namun Antam juga berkewajiban ikut terlibat dalam pengembangan sektor pendidikan di wilayah Haltim. Bila perlu, Antam berkewajiban memberikan beasiswa hingga ke jenjang strata tiga (S3) bagi masyakarat Haltim.

“Dalam UU nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas (UUPT) pasal 74 ayat (1), (2), (3) dan (4), kan jelas. Artinya setiap perusahan yang beroperasi di suatu daerah harus menjamin dan punya tanggung jawab sosial dan lingkuangan. Belum lagi kita merujuk pada UU nomor 25 tahun 2007 tentang penanaman modal, pasal 15, 16 dan 17 . Oleh karena sektor pendidikan adalah bagian dari tanggung jawab sosial yang harus dipenuhi oleh perusahaan.”

“Belum lagi kita bicara soal tanggung jawab lingkungan dan lain-lain. Jadi, banyak aspek yang harus diperhatikan Antam, termasuk yang sangat penting adalah sektor pendidikan,” tambahnya.

KNPI Malut menyayangkan, ketika perusahaan seakan mengabaikan apa yang menjadi tuntutan mahasiwa. Bahkan perusahaan semacam ada unsur kesengajaan untuk tidak melakukan audensi dengan massa aksi. Ini kekeliruan perusahaan yang dapat mengakibatkan konflik sosial berkepanjangan, karena akan memicu banyak kemarahan masyarakat terutama mahasiswa.

“Padahal perusahaan memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan ke mahasiswa, seberapa besar anggaran yang telah dikeluarkan Antam untuk sektor pendidikan,” tegasnya.

“Apresiasi kami berikan kepada rekan-rekan mahasiswa, pemuda dan masyarakat Halmahera Timur yang menuntut haknya. KNPI siap mengawal masalah yang dikeluhkan oleh rekan-rekan mahasiswa, sesuai dengan prosedural dan ketentuan yang berlaku. Salam perjuangan untuk masyarakat di Halmahera Timur,” tutup Ardiyansyah. (ht)

banner 1080x1080
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *