Perayaan HUT DPRD Malut Dianggap Kekanak-kanakan

  • Bagikan
Suasana perayaan HUT DPRD Maluku Utara di kota Ternate.
banner 468x60

PENA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) menuai kritikan dari Ketua KNPI Malut, Irman Saleh. Kepada Penamalut.com, Rabu (20/1), Irman mengkritik perayaan HUT DPRD Malut yang hanya bersifat seremonial.

“Bagi saya tidak boleh hanya bersifat seremonial. Dengan digelarnya HUT Deprov saat ini menandakan bahwa sifat kritis DPRD Malut telah hilang. Deprov kelihatannya sudag tidak memiliki taring dan nyali,” tegas Irman.

Irman mengatakan, setidaknya melalui momentum HUT ini, Deprov Malut lebih fokus pada tupoksi. Khususnya mengembalikan roh tiga pilar DPRD, yaitu budgeting, legislasi dan pengawasan.

Selain itu, lanjut Irman, banyak sekali masalah muncul di daerah ini yang kelihatannya tidak dihiraukan oleh Deprov. Seperti tata kelola keuangan, tata kelola pemerintahan yang masih harus dibenahi dengan serius.

“Wakil rakyat sudah saatnya mengembalikan roh dewan. Mereka harus tahu akan fungsinya. Fungsi dewan itu bukan sebatas memuji pemilik perusahaan tambang,” tandas Irman.

Irman juga merasa yakin jika masing-masing anggota dewan pasti menemukan masalah di dapil mereka. Hanya saja mereka tidak bernyali untuk bersuara. Irman menilai, hal itu terjadi karena bisa saja orientasi dari anggota dewan di luar dugaan masyarakat.

“Kegiatan seremonial yang digelar itu bagi saya sangat kekanak-kanakan dan tidak mencerminkan jadi diri lembaga dewan. Sangat bijaksana kalau wakil rakyat ramai-ramai melakukan sesuatu yang menyentuh dan dapat membantu korban bencana alam di Halut dan Halbar. Tidak ada yg istimewa dalam perayaan HUT Deprov tersebut. Justru sebaliknya, mengecewakan,” tutup Irman. (*)

banner 1080x1080
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *