Dipengaruhi Miras, Seorang Pemuda Cabuli Gadis SMP di Sahu Timur

1
Wakapolres Halmahera Barat, Kompol Moch. Arinta Fauzi (duduk kedua kanan), saat menggelar konferensi pers, Selasa (30/3), atas kasus pencabulan yang terjadi di Sahu Timur. (Yadi/Penamalut)

PENA – Sungguh tragis nasib yang dialami sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya), gadis 13 tahun yang masih duduk di kursi SMP itu harus menjadi korban kebejatan SSL (29 tahun), warga Kecamatan Sahu Timur.

SSL yang dipengaruhi minuman keras, mencabuli hingga satu kali menggauli korban. Peristiwa bejat yang dilakukan SSL itu terjadi pada Sabtu 13 Maret 2021 lalu, di asrama sekolah desa Akelamo, kecamatan Sahu Timur.

Wakapolres Halmahera Barat (Halbar), Kompol Moch. Arinta Fauzi menceritakan tentang kronologis peristiwa itu saat menggelar pers, Selasa (30/3) di Mapolres Halbar.

Awal kejadian bermula saat korban sedang berada di rumah neneknya di desa Akelamo, Sahu Timur. Sekira pukul 11.00 WIT, korban berjalan kaki dari rumah neneknya ke warung untuk membeli kue. Saat itu, korban telah melihat SSL yang sedang konsumsi miras bersama sekitar tiga temannya di depan sebuah warung yang ditutup.

Saat hendak kembali ke rumah neneknya, korban lalu dipanggil oleh pelaku. Korban tidak menggubris dan terus berjalan menjauhi pelaku. Pelaku lalu mengejar korban hingga ke depan rumah nenek korban.

Pelaku lalu memaksa, menarik dan menggiring korban hingga ke salah satu ruangan di asrama sekolah. Korban lalu didorong hingga jatuh terbaring dan tak berdaya. Disaat itulah pelaku melakukan tindakan bejatnya.

Setelah korban dicabuli oleh pelaku, baru datanglah ayah korban bersama ibu pelaku ke TKP. Tanpa berpikir panjang, ayah korban langsung melaporkan pencabulan yang dilakukan pelaku kepada anaknya tersebut ke Polres Halbar.

Atas ulahnya itu, pelaku dijerat pasal 82 ayat 1 Junto pasal 76 Huruf E atau pasal 81 ayat 1 Junto pasal 76 huruf d atau pasal 81 ayat 2 UU RI no 17 tahun 2016 tentang peraturan pengganti UU RI no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Sebab terjadinya peristiwa bejat itu disebabkan oleh pengaruh minuman keras. Polres Halbar terus melakukan giat Operasi Pekat. Salah satu intinya adalah berupaya memberantas miras di kabupaten Halbar,” imbuhnya. (*)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here