Kapolda Malut: Polisi Harus Utamakan Pencegahan Ketimbang Penegakan Hukum

0
Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Risyapudin Nursin, saat menyampaikan sambutan dalam kunjungannya ke Halmahera Barat.

PENA – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Pol. Risyapudin Nursin, mengimbau kepada seluruh jajaran Polres Halmahera Barat agar lebih mengedepankan pencegahan ketimbang melakukan penegakan hukum.

Hal itu diungkapkannya saat berkunjung ke Halbar dalam rangka tatap muka dengan forkompimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat, Kamis (8/04) tadi.

Ia mengingatkan, pihak kepolisian harus melakukan langkah-langkah pencegahan hingga penanggulangan dan tindakan hukum bersama kejaksaan.

Risyapudin juga menjelaskan, apa yang ia sampaikan itu sesuai dengan program Kapolri yang mengutamakan deteksi dini serta responsibilitas terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi.

“Jangan semuanya dilakukan penegakan hukum, ini hal yang kita hindari,” akunya.

“Jadi perlu diingat setiap permasalahan atau suatu gangguan apabila hanya mengandalkan pada penegakan hukum, menurut saya tidak sesuai dengan era zaman sekarang,” sambung Kapolda.

Jika kepolisian mengandalkan pengungkapan suatu kasus hingga menangkap para pelaku, sisi lain telah ada kerugian harta benda serta bisa saja telah ada korban jiwa.

“Ini kan kasihan, karena kita terlambat mencegah terjadinya suatu tindak kejahatan,” jelasnya.

Harapan Kapolda, seluruh stakeholder, pemerintah daerah, TNI serta Polri harus terus bekerja keras agar tindak kejahatan dapat sedini mungkin dicegah hingga tidak menimbulkan kerugian bagi pihak manapun.

“Jadi kita semua harus bekerja keras. Maksimalkan respon pencegahan, penanggulangan, sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi pihak manapun,” pinta jenderal bintang dua ini.

“Kita jangan terkontaminasi dengan miras, narkoba, dan kejahatan-kejahatan seperti konflik antar kampung, ini perlu kita tangani secara dini sebagai salah satu bentuk program Pak Kapolri. Jadi Kapolres tolong ditangkap dan dilakukan upaya-upaya pencegahan,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here