Pemdes Bobanehena, Halbar, Gelar Lepas Sambut BPD

0
Penyerahan Aset berupa berkas dari BPD lama ke BPD yang baru dilantik. (Yadi Penamalut)

PENA – Setelah dilantiknya Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bobanehena, Kecamatan Jailolo periode 2021-2027 bertempat di Aula Kantor Bupati Halmahera Barat pada Jumat (16/4) pekan lalu, selanjutnya Pemerintah Desa Bobanehena menggelar lepas sambut BPD yang lama ke yang baru pada Kamis (22/4) pukul 22.00 WIT malam tadi, bertempat di Balai Desa Bobanehena.

Kepala Desa Bobanehena, Iswan, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada para anggota BPD terpilih yang baru dilantik pada 16 April kemarin.

Ia juga berterima kasih kepada anggota BPD lama atas tugas yang telah dilakukan selama menjabat di periode sebelumnya.

Ia bilang, aset Desa Bobanehena sangat banyak. Sehingga itu, pemerintah desa bersama BPD akan mencari skema yang pas untuk diatur.

“Aset seperti lahan kubur, lapangan bola dan kantor desa semua sudah dilakukan pengukuran. Tinggal menunggu sertifikatnya saja,” ujarnya.

Iswan menjelaskan bahwa sesuai regulasi yang diatur, Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dibuat pada awal tahun dan pada masa akhir jabatan BPD lama harus tandatangani APBDes di tahun berjalan.

Dalam regulasi itu juga dijelaskan bahwa setelah pelantikan kepala desa baru, maka dilakukan pendalaman gagasan di setiap lingkungan oleh BPD untuk menjaring aspirasi masyarakat dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

Foto Bersama Pemdes Bobanehena, para anggota BPD baru dan lama. (Yadi Penamalut)

“Pendalaman gagasan oleh BPD itu hanya dilakukan sekali dalam enam tahun,” tukasnya.

Nantinya, lanjut Iswan, aspirasi masyarakat juga bisa disalurkan lewat Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes).

Sementara terkait pengelolaan pariwisata Bobanehena, dirinya menyebut sudah menyurat ke Pemda Halbar. Sehingga tidak bisa lagi di utak-atik dari pihak lain.

“Orang lain tidak bisa langsung masuk ke dalam untuk melakukan pengelolaan, harus ke Dinas Pariwisata Halbar terlebih dahulu untuk koordinasi terkait pembagian hasil. Karena selama ini pembagian hasil pendapatan wisata belum masuk ke desa, Bumdes maupun pemuda. Saat ini masih dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis),” katanya.

Ketua BPD Bobanehena periode sebelumnya, Ahmad Syakir, menyatakan fungsi BPD salah satunya menyepakati Peraturan Desa Bobanehena tentang APBDes.

“Ada peraturan yang kami bahas di periode sebelumnya belum maksimal.
Jadi saya harap BPD yang baru dapat melanjutkan tugas-tugas lama yang belum selesai, diantaranya rancangan peraturan desa,” ujarnya.

“Tentu sudah banyak hal yang sudah kami laksanakan, mudah-mudahan BPD yang baru dapat menerima aspirasi masyarakat,” katanya lagi.

Ahmad juga meminta teman-teman BPD agar merancang tata tertib BPD. Pihaknya juga memohon maaf atas tugas yang mungkin pada periode sebelumnya belum maksimal.

Sementara Ketua BPD yang baru dilantik, Mudrik Kimhai, menyampaikan bahwa APBDes sebelumnya harus dikantongi agar supaya menjadi acuan kerja BPD ke depan.

Terkait informasi bahwa ketua-ketua RT selama tujuh tahun belum menerima insentif, pihaknya bakal mendalami permasalahan ini.

Wakil Ketua BPD, Faris Labuha, menambahkan pihaknya juga akan melakukan pendalaman informasi di setiap lingkungan desa agar terjaring semua aspirasi masyarakat.

“Kami akan bekerja dan selalu berkoordinasi dengan kepala desa maupun sekretaris desa. Aan apa yg diharapkan oleh masyarakat ketika menyalurkan hak pilihnya kemarin kami akan menjaga amanah itu,” tambahnya sembari berjanji akan berkoordinasi dengan Pemda Halbar terkait kerja-kerja Pemdes sebelumnya.

Terkait aset, Faris meminta agar distabilkan kembali dan pihaknya bakal mengundang kepala desa secara internal untuk membahas terkait aset desa.

Perlu diketahui kelima Anggota BPD periode 2021-2027 yang baru dilantik yakni Ketua Mudrik Kimhai, Wakil Ketua Faris Labuha, Sekretaris Wardiman N.Hafel, serta anggota Iswandi Umasangaji dan Novian Pratiwi Kun Sahlan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here