Reaktif, 10 Penumpang Speedboat Tabrakan di Bacan Belum Dimintai Keterangan

  • Bagikan
Sejumlah barang bukti yang diamankan Polres Halsel. (Amrul/Penamalut)

Sejumlah Barang Bukti Sudah Diamankan

PENAMALUT.COM, LABUHA – Penyidik kepolisian dari Polres Halmahera Selatan saat ini masih menyelidiki penyebab terjadinya tabrakan dua Speedboat berlawanan arah di peraiaran Sawadai dan Kubung, Jumat (6/8) sore kemarin.

Polisi saat ini baru memeriksa satu motoris dan dua ABK Speedboat. Sementara 10 penumpang lainnya belum bisa diperiksa penyidik lantaran reaktif saat dirapid test usai kejadian tabrakan tersebut.

Wakapolres Halsel, Kompol Rusli Mangoda saat dikonfirmasi mengaku ke 10 penumpang yang reaktif itu sedang dalam karantina. Sehingga itu, belum bisa dimintai keterangan.

“Kami masih menunggu dan berkoordinasi dengan pihak gugus tugas, jika diperbolehkan, maka 10 orang itu akan diperiksa dengan menggunakan alat pelindung diri,” jelas Rusli kepada wartawan, Sabtu (7/8) tadi.

Mantan Kasat Reskrim Polres Halut ini mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mengamankan barang bukti berupah 8 unit mesin tempel 40 PK dan uang sebesar Rp 3.034.700.000 yang di bawa Kepala BRI Kawasi yang meninggal saat kecelakaan.

Uang tersebut kemudian diserahkan ke kantor BRI Unit Labuha, dengan surat tanda serah-terima antara Polres Halsel dan pihak BRI Unit Labuha.

Ia menjelaskan kronologis tabrakan itu bermula ketika Speedboat dengan nama lambung Hasiqah lepas dari Desa Kawasi Obi menuju Pelabuhan Semut Kupal, sementara Speedboat dengan nama lambung Habibi 01 dari Pelabuhan Semut Kupal menuju Desa Kawasi Obi. Sesampainya di perairan Desa Sawadai dan Kubung, entah kenapa kedua Speedboat itu langsung bertabrakan.

Satu korban yang merupakan Kepala BRI Kawasi, Obi, Hamdani, meninggal lebih dulu saat dalam perjalanan menuju RSUD Labuha. Sedangkan satu pelajar yang mengalami patah tulang, Radit Saputra, meninggal saat dirawat di RSUD Labuha pagi tadi.

“Jadi korban meninggal dua orang. Korban luka-luka tidak ada,” terangnya.

Ia bilang, korban yang merupakan Kepala BRI Kawasi saat itu membawa uang 4 miliar. Saat ini sudah ditemukan 3 miliar lebih, dan masih tersisa 900 juta sekian yang belum ditemukan.

“Untuk informasi selanjutnya kita tunggu saja, jika ada perkembangan, kami akan sampaikan,” tukasnya. (rul/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!