Pejuang Pemekaran Provinsi Maluku Utara tak Dihargai

Sidang paripurna HUT Provinsi Malut ke 23 yang berlangsung di gedung DPRD Malut. (Hairil Hiar)

PENAMALUT.COM, SOFIFI – Pemekaran Provinsi Maluku Utara tak lepas dari para pejuang yang telah berjuang untuk melepaskan diri dari Provinsi induk Maluku.

Hari ini, Rabu (12/10) adalah hari ulang tahun (HUT) Provinsi Maluku Utara yang ke 23. Sayangnya, Pemerintah Provinsi khususnya panitia HUT rupanya tak menghargai jasa para pejuang pemekaran Provinsi Maluku Utara.

Lihat saja, transportasi yang nantinya ditumpangi pejuang maupun keluarga pejuang dari Kota Ternate ke Sofifi tak disiapkan panitia HUT. Akibatnya, para pejuang ini terpaksa naik speed boat berdesak-desakan.

Pantauan wartawan di lapangan, speed boat yang disiapkan hanya satu yang dikhususkan Forkopimda yang kapasitasnya terbatas. Akibatnya, pejuang dan keluarga pejuang provinsi ini terpaksa naik ke speed boat DPRD dan Forkopimda. Itupun sebagian tidak mendapat tempat, akhirnya beridiri.

Hal ini sungguh disesalkan Anggota DPRD Malut, Iskandar Idrus. Dia menilai Pemprov tidak menghargai jasa para prjuang pemekaran provinsi.

“Hari ini kita bicara sejarah, para pejuang ini saja tidak diurus. Kita tidak mungkin duduk di tempat yang mewah ini, kalau tidak mereka-mereka (pejuang) ini,” sesal Iskandar dalam rapat paripurna pembacaan pidato Gubernur pada HUT Provinsi ke 23 yang berlangsung di DPRD Malut.

Ketua DPW PAN Malut ini mengingatkan pesan Presiden Soekarno bahwa jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sebab, bagi Iskandar, sejarah adalah guru kehidupan seperti yang diungkapkan Cicero, seorang politikus Romawi.

“Oleh karena itu sekali lagi saya mengingatkan, perlakukan para pejuang ini dengan baik dan benar,” pintanya.

“Kenapa negeri ini tidak maju, karena para pejuang tidak pernah dihargai,” sambungnya menutup. (ask)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *