Kasus Kekerasan Terhadap Anak Paling Banyak di Kota Ternate

  • Bagikan
Kadis PPPA Malut, Musyrifah Alhadar. (Karno/Penamalut)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Sejak Januari hingga Agustus 2021, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di provinsi Maluku Utara yang dilaporkan ke sistem informasi online perlindungan perempuan dan anak (Simfoni PPA) milik Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Malut sebanyak 53 kasus.

Dari ke 53 kasus ini, yang paling dominan adalah kasus kekerasan sesksual terhadap anak.

Kepala Dinas PPPA Malut, Musyrifah Alhadar mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini terbanyak terjadi di Kota Ternate. Kemudian disusul Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Utara dan Halmahera Selatan.

Kasus ini, kata dia, setiap tahunnya mengalami kenaikan sejak tahun 2019. Untuk tahun 2020 terdapat 100 kasus lebih, dan perbandingan kasus kekerasan di tahun 2021 masih terbilang berimbang.

“Kemarin 2020 kasusnya 100 lebih. Di tahun 2021 samapai semester satu saja sudah 53 kasus. Semoga angka ini kita bisa tekan, sehingga tidak terlalu signifikan,” ujar Musyrifah saat ditemui wartawan di Royal Resto, Rabu (18/8).

Ia berharap kepada kepada keluarga yang mengalami hal demikian agar segera membuat laporan dan dilaporkan. Sehingga ada upaya pendapingan hukum.

“Bagi masyarakat yang mengalami tindak kekerasan, harus melapor. Supaya ada antisipasi hukum yang diberikan ke korban agar ada efek jera bagi pelaku,” pungkasnya.

Sementara berdasarkan data yang diperoleh dari unit PPA Polres Ternate, kasus kekerasan terhadap anak tahun 2019 sebanyak 18 kasus, tahun 2020 sebanyak 15 kasus, dan sampai pertengahan tahun 2021 ini 10 kasus.

Dari jumlah tersebut, yang paling mendominasi adalah kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. (ano/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!