Pemodal BPRS Bahari Berkesan Diperiksa 5 Jam

  • Bagikan
MHB saat diwawancarai wartawan di Kantor Kejati Malut. (Aksal/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Pemodal Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bahari Berkesan, Muhammad Hasan Bay atau yang biasa disapa MHB menghadiri panggilan tim penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, Rabu (6/10) tadi.

Mantan calon Wali Kota Ternate itu diperiksa selama 5 jam terkait dugaan korupsi penempatan dana investasi pada Perusda Ternate Bahari Berkesan.

Amatan wartawan di lapangan, politisi Golkar ini tiba di kantor Kejati Malut pada pukul 10.00 WIT pagi tadi langsung masuk ke ruang penyidik, dan pada pukul 15.06 WIT barulah ia keluar.

Saat ditemui usai pemeriksaan, MHB menjelaskan ia dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani Kejati.

“Saya dipanggil sebagai saksi terkait dengan Ternate Bahari Berkesan. Jadi sebagai saksi sudah memberikan keterangan semuanya ke penyidik apa yang saya tahu. Tapi pertanyaan tadi tidak banyak. Namun berapa pertanyaan saya sudah lupa,” katanya.

Sebagai warga negara yang taat hukum, ia bersedia hadir kapan saja ketika dipanggil.

Panggilan pertama beberapa waktu lalu, ia belum sempat hadir lantaran sedang berada di Jayapura mengurus kegiatan PON.

Sementara Kasi Penkum Kejati Malut, Richard Sinaga mengatakan, pemeriksan ini dilakukan sebagainana surat panggilan kedua yang telah dilayangkan penyidik kepadanya.

MHB, kata Richard, pada Senin kemarin sudah hadir, namun karena tim penyidik sibuk pemeriksaan saksi yang lain.

“Sehingga hari ini kami agendakan kembali pemeriksaan terhadap MHB sesuai dengan surat panggilan kedua yang dilayangkan kepadanya,” tandasnya.

Sekadar informasi, kasus tersebut ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan pada Senin 13 September 2021 lalu.

Pada tahun 2019, Pemerintah Kota Ternate melakukan penyertaan modal ke Perusda sebesar. Anggaran ini kemudian dibagi ke tiga anak Perusda, yakni PT BPRS Bahari Berkesan dengan nilai 2 miliar, PT Alga Kastela dengan nilai 1,2 miliar, dan Apotek Bahari Berkesan senilai 1,8 miliar. (gon/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!