Kejati Tahan 4 Tersangka Kasus Jembatan Air Bugis

  • Bagikan
Salah satu tersangka kasus Jembatan Air Bugis saat tiba di Kejati Malut, sore tadi. (Aksal/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditresmrimsus) Polda Maluku Utara menyerahkan tahap dua tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi rehabilitasi jembatan Air Bugis tahun 2017 di Desa Auponhia, Kepulauan Sula, kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut), Kamis (14/10) sore tadi.

Setelah dilakukan penyerahan tahap dua, ke 4 tersangka tersebut langsung ditahan Kejati Malut.

Ke 4 tersangka itu yakni, M selaku mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas PUPR, RL alias Umin mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), IK alias Ikram selaku mantan Kepala Dinas PUPR Sula, IH alias Irwan selaku Direktur PT Kristi Jaya Abadi yang menangani proyek tersebut. IH merupakan ipar mantan Bupati Hendrata Thes.

Amatan media ini di lapangan, penyidik Ditreskrimsus Polda Malut bersama 4 tersangka mendatangi Kantor Kejati sekira pukil 16.39 WIT. Para tersangka didampingi kuasa hukumnya masing-masing.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Malut, Richard Sinaga membenarkan penyerahan tahap dua kasus jembatan Air Bugis dari penyidik Polda ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pidana Khusus Kejati. Selanjutnya, tersangka dan barang bukti diserahkan ke Kejari Sula untuk dilakukan penuntutan sekaligus dilakukan penahanan.

“Untuk penuntutannya di Kejari Sula. Namun setelah penyerahan tersangka dan barang bukti diterima, segera dilengkapi adminitrasi untuk diserahkan ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan,” jelas Richard.

Richard bilang, para tersangka diancam pidana dalam pasal 2 ayat (1) dan subsider pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Ancaman pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun kurungan,” tegasnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya.Polda Malut hanya menetapkan 2 orang tersangka yakni, IH selaku Direktur PT Kristi Jaya Abadi dan HT sebagai pelaksana. HT kemudian meninggal dunia. Berkas perkara ini kemudian diserahkan ke Kejaksaan beberapa waktu lalu, namun oleh jaksa peneliti, berkas tersebut dikembalikan diaertai petunjuk untuk penambahan tersangka.

Penyidik 3 Polda Malut kemudian menetapkan 3 orang tersangka lagi, yakni M selaku PPK, RL alias Umin selaku PPTK, dan IK alias Ikram selaku mantan Kepala Dinas PUPR Sula tahun 2017.

Diketahui, pada tahun 2017, Pemkab Sula mengalokasikan anggaran rehabilitasi jembatan Air Bugis sebesar 4,2 miliar yang bersumber dari APBD Sula. Pada 4 Mei 2017 dilakukan penandatangan kontrak dengan rekanan PT Kristi Jaya Abadi, dan pada 9 Mei 2017 dilakukan pembayaran uang muka sebesar 848 juta kepada IH selaku rekanan.

Dalam perjalanannya, proyek pekerjaan tersebut diduga disalahgunalan. Bahkan pekerjaannya asal-asalan hingga mengakibatkan jembatan penghubung di beberapa desa itu ambruk.

Pada tahun 2020, Polda Malut kemudian melakukan penyelidikan dan penyidikan. Dalam kasus ini, sebanyak 22 orang dimintai keterangan.

Berdasarkan hasil audit dari BPKP Perwakilan Malut, kerugian negara atas kasus tersebut mencapai 3 miliar rupiah. (gon/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!