Korban Pencabulan Yang Diduga Dilakukan Oknum Kades di Halut Bertambah

  • Bagikan
Polres Halmahera Utara. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TOBELO – Dugaan pencabulan yang dilakukan salah satu kepala desa (Kades) di Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, mulai terbongkar.

Korban asusila yang dilakukan oknum Kades ternyata bukan hanya empat orang. Pada tahun 2017, oknum Kades ini diketahui juga melakukan hal yang sama dengan korbannya lebih dari dua orang.

Perbuatan cabul oknum Kades ini terungkap setelah orang tua empat korban membuat laporan di Polres Halut, Senin (8/11). Kini orang tua korban dengan kejadian yang sama pada tahun 2017 lalu itu juga diketahui telah membuat laporan ke Mapolres Halut.

Kasat Reskrim Polres Halut, Iptu Elvin Septian Akbar mengatakan, oknum Kades diduga melakukan hal yang sama pada tahun 2017 dengan korban lebih dari dua orang. Para korbannya semuanya anak di bawah umur.

“Jadi sejak tahun 2017 juga kasus yang sama dilakukan Kades ini. Sekarang kita masih telusuri,” kata Elvin saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (10/11) tadi.

Ia juga mengaku sudah menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) terhadap pelapor.

“Kita juga gelar perkara untuk membutuhkan keterangan saksi-saksi lain sebagai petunjuk alat bukti ketika dinaikan, baik itu nanti pada saat sidik maupun penyelidikan,” ujar Elvin.

Sementara Akademi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Syaiful Bahri melihat tindak pelaku melakukan perbuatan asusila ini karena dipengaruhi konsumsi film porno.

Selain konsumsi film porno, dosen psikologi ini juga menyatakan motif lain terjadinya tindakan pencabulan lantaran kepuasaan seksual yang tidak terpenuhi.

Motif lain melatarbelakangi terjadinya tindakan bejat itu adalah pelaku ingin menyakiti korban, karena misalnya cintanya di tolak.

“Namun untuk mengetahui motif yang sebenarnya perlu penyelidikan dari pihak kepolisian,” tuturnya.

Secara psikologis, kata Syaiful, untuk mengetahui seseorang mengalami Kelainan atau gangguan psikologis, maka harus butuh didiagnosa, dianalisis, kemudian bisa menemukan hasilnya. Namun beberapa penelitian para ahli psikologi menyebutkan bahwa seseorang yang melakukan tindakan pencabulan disebabkan oleh hilangnya kontrol diri pada pelaku.

“Kontrol diri yang hilang dapat disebabkan oleh kecanduannya menonton film porno. Kecanduan menonton film porno menyebabkan kehilangan fungsi kontrol lalu mengambil keputusan. Hilangnya fungsi kontrol diri pelaku asusila membuat seseorang tidak lagi berempati ketika berada dihadapan korban,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap pengawasan dari orang tua terhadap anak perlu ditingkatkan agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

“Disamping itu, hukuman terhadap para pelaku predator anak ini harus setimpal. Agar ada efek jerah terhadap para pelaku,” pintanya. (fnc/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!