Sakit, Satu Terdakwa Kasus Nautika Dialihkan ke Tahanan Kota

Suasana sidang kasus Nautika yang digelar di Pengadilan Negeri Ternate. (Aksal/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan kapal Nautika dan alat simulator pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara, Ibrahim Ruray, dialihkan status tahanan dari Rutan ke tahanan Kota.

Ini karena Direktur PT. Tamalanrea Karsatama selaku rekanan yang menangani pengadaan kapal Nautika dan alat simulator ini diketahui masih sakit.

Permintaan pengalihan status ini dikabulkan majelis hakim yang dibacakan dalam sidang lanjutan pemeriksaan saksi ahli dari Ibrahim Ruray, Jumat (17/12) tadi.

Ketua Majelis Hakim, Achmad Ukayat dalam membacakan penetapan pengalihan status tahanan ini menyampaikan, setelah menimbang berdasarkan surat pertama dari Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Ternate pada (21/11) lalu.

Kemudian surat kedua pada (1/12) dan surat ketiga pada (12/12). Pada pokoknya surat dokter Rutan kelas IIB Ternate menerangkan bahwa terdakwa Ibrahim dalam keadaan sakit. Sehingga memberikan rekomendasi agar segera dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit (RS) yang memadai.

“Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, cukup beralasan majelis hakim mengabulkan permohonan pengalihan penahanan terdakwa dari tahanan Rutan ke tahanan Kota,” jelasnya.

Kuasa hukum Ibrahim Ruray, Hendra Karianga kepada wartawan usai persidangan menjelaskan, sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang bersangkutan sakit dan tiga kali pihak Rutan mengirimkan surat ke Pengadilan Ternate dalam rangka melakukan perlindungan dan penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), maka ditangguhkan.

“Kami menghormati itu, karena hakim pengadilan telah melaksanakan sesuai dengan KUHAP,” tandasnya.

Sementara Kepala Rutan Kelas IIB Ternate, Sujatmiko dikonfirmasi secara terpisah mengungkapkan, pada bulan November sampai Desember ini, yang bersangkutan mengeluhkan sakit, sehingga memohon kepada pihak Rutan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan di luar.

Sebelum itu diberikan surat tersebut, kata Sujatmiko, dokter dari Rutan lebih dulu melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap terdakwa Ibrahim. Hanya saja fasilitas yang dimiliki kurang lengkap, sehingga direkomendasikan untuk dilakukan pemeriksaan di luar.

Sekadar diketahui, sidang pemeriksaan saksi ahli yang diajukan pihak Ibrahim Ruray itu terpaksa ditunda dan akan gelar kembali pada Selasa 4 Januari 2022 dengan agenda pemeriksaan ahli dan saksi mahkota. (gon/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.