DAERAH  

Berusia 101 Tahun, Jaleha Rahim Dapat Bantuan Bedah Rumah dari NHM

Nenek Jaleha Rahim bersama dua SP. PT MHM.

PENAMALUT.COM, TOBELO – Di usia yang sudah menginjak satu abad, serasa mimpi dapat memiliki tempat berteduh yang layak. Ucapan terima kasih tak henti-hentinya terlontar dari bibir nenek tua renta yang mendapatkan bantuan bedah rumah.

Nenek bernama Jaleha Rahim ini tidak menyangka rumah yang dihuninya selama ini mendapatkan bantuan, sehingga ia memiliki tempat yang layak di usia tuanya. Saban tahun, ia menanti ada perubahan dari rumahnya yang berdinding papan sisa potongan kayu dan berlantaikan tanah itu.

Nenek Jaleha lahir 1922 di Tanjung Pasir Putih, tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Halmahera Timur. Ia menikah pada 1944 tepatnya satu tahun sebelum proklamasi kemerdekaan republik Indonesia. Kemudian 1946 ia dikaruniai anak pertama. Anak sulungnya itu kini sudah berusia 76 tahun. .

Jaleha dikaruniai 9 orang anak. Masing-masing dari mereka lahir pada 1947, 1949, 1951, 1952, 1954, 1956,1959. Di usianya yang ke 39 tahun, dia melahirkan anaknya yang terakhir atau yang ke 9 di tahun 1961. Dengan demikian, dia memiliki 9 orang anak, 48 cucu dan 37 cicit.

Nenek 9 anak ini merupakan warga setempat yang menerima kunci rumah baru dari Tim Social Performance/Kinerja Sosial PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) yang bekerjasama dengan pemerintah setempat membangun rumah untuknya. Rumah baru tersebut dekat dengan rumah lamanya yang kini sudah tampak kumuh.

Jaleha tinggal di Desa Bobaneigo, Kecamatan Kao Teluk, Halmahera Utara, Maluku Utara. Di usianya yang sebentar lagi menginjak ke 101 tahun, tidak banyak aktivitas yang bisa dilakoni.

Meski begitu, Jaleha masih lancar berbicara dan memiliki pendengaran yang baik. Bahkan ia bisa menceritakan situasi zaman penjajahan dahulu kala yang terjadi di Maluku Utara, termasuk peristiwa-peristiwa lainnya di Indonesia kala itu.

Kepala Desa Bobaneigo, Ayub Musa mengatakan, nenek Jaleha telah berusia 100 tahun dan sebentar lagi bakal menginjak usia 101 tahun.

“Saya merasa bahagia karena ada warga yang masih hidup sampai 100 tahun dalam keadaan sehat dan lancar berbicara. Saya juga bersyukur karena ada Haji Robert yang mengulurkan tangan, membantu nenek Jaleha untuk memiliki kehidupan yang baik di usianya yang sudah sangat tua saat ini,” ujar Ayub.

Nenek Jaleha adalah salah satu warga yang tinggal di lingkar tambang PT NHM. Ia berhak menerima bantuan program bedah rumah dari salah satu program pemilik saham mayoritas PT NHM dan juga Presiden Direktur PT NHM, Haji Robert Nitiyudo Wachjo.

Selain itu, ia juga penerima santunan dari Haji Robert yang secara reguler diberikan kepada masyarakat tidak mampu, yakni anak yatim, yatim piatu, janda lansia dan kaum duafa di lingkar tambang.

Program bedah rumah itu pula diperuntukan bagi warga setempat yang dinilai tidak layak huni. Per Juli 2022, sudah 135 rumah warga yang dibedah. Masih tersisa sejumlah rumah yang saat ini dalam proses renovasi. Warga yang rumahnya direnovasi ini tampak sumringah, dan tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih disertai doa kepada Haji Robert dan tim PT NHM. (fnc/tan)

Respon (8)

  1. It’s really a nice and useful piece of information. I’m glad that you shared this useful information with us. Please keep us up to date like this. Thanks for sharing.

  2. After study a few of the blog posts on your website now, and I truly like your way of blogging. I bookmarked it to my bookmark website list and will be checking back soon. Pls check out my web site as well and let me know what you think.

  3. Once I originally commented I clicked the -Notify me when new feedback are added- checkbox and now every time a remark is added I get 4 emails with the same comment. Is there any means you can take away me from that service? Thanks!

  4. I will immediately grasp your rss feed as I can’t to find your email subscription link or newsletter service. Do you have any? Kindly permit me realize so that I could subscribe. Thanks.

Komentar ditutup.