Batas Wilayah Halteng-Haltim Masih Tarik Menarik, Pembangunan Infrastruktur Jadi Terhambat

jembatan Kali Get yang berada di perbatasan Halteng dan Haltim

PENAMALUT.COM, SOFIFI – Batas wilayah antara Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Timur rupanya belum clear. Hal ini menyebabkan pembangunan infarstruktur seperti jalan dan jembatan di perbtasan kedua daerah tersebut terhambat.

Tentu masalah ini jika tidak cepat diatasi, maka korbannya adalah masyarakat. Lihat saja jembatan Kali Get yang menghubungkan kedua kabupaten tersebut terpaksa tidak dibangun. Pasalnya, wilayah tersebut oleh Pemda Halteng mengklaim masuk dalam wilayah mereka sesuai dengan UU batas wilayah. Sementara Pemda Haltim juga mengklaim bahwa wilayah tersebut masuk pada kawasan Haltim sesuai dengan petunjuk Kemendagri.

Hal ini membuat DPRD Halteng berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Maluku Utara untuk mengalihkan status pembangunan jalan dan jembatan Kali Get. Pertemuan antara DPRD Halteng dan DPRD Provinsi Malut dilakukan pada Senin (3/10) kemarin.

Ketua DPRD Hateng, Sakir Ahmad kepada wartawan Nuansa Media Grup (NMG) mengatakan, sebelumnya pihaknya telah mendatangi DPRD Haltim dalam rangka membahas beberapa ruas jalan dan jembatan yang sampai saat ini terkendala pembangunannya. Sementara pertemuan dengan DPRD Malut adalah soal status jalan yang masih berada di kabupaten. Olehnya itu, butuh peralihan dari kabupaten ke provinsi untuk dibangun.

”Kami juga akan panggil Dinas PUPR dan Bappeda Halteng untuk segera bicarakan mana yang harus dibangun provinsi dan mana yang menjadi kewenangan kabupaten,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, untuk status jembatan Kali Get masih tarik menarik. Sebab kedua daerah masih sama-sama mengklaim wilayahnya. Sehingga pihaknya berkoordinasi dengan DPRD Malut agar ada jalan keluarnya.

”Artinya jalan dan jembatan Kali Get itu harus diserahkan ke provinsi untuk membangun. Sebab sampai saat ini masih perbedaan pendapat batas wilayah Halteng-Haltim,” tuturnya.

Sementara Ketua DPRD Malut, Kuntu Daud mengatakan bahwa status jalan tersebut masih berada di bawah kewenangan kabupaten. Sehingga provinsi belum bisa mengerjakan.

”Bisa saja provinsi mengambil alih, kalau dalam kondisi darurat, itu juga harus disertai dengan surat dari kabupaten. Jadi rapat koordinasi itu mereka minta supaya Pemprov yang bangun,” terangnya. (ano/ask)

Respon (12)

  1. Thanks for the sensible critique. Me and my neighbor were just preparing to do some research on this. We got a grab a book from our area library but I think I learned more from this post. I am very glad to see such magnificent info being shared freely out there.

  2. Hello there! This blog post couldn’t be written much better!
    Looking at this article reminds me of my previous roommate!
    He continually kept preaching about this. I am going to forward
    this information to him. Pretty sure he will have a good read.
    I appreciate you for sharing!

  3. Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you relied on the video to make your point. You clearly know what youre talking about, why throw away your intelligence on just posting videos to your weblog when you could be giving us something enlightening to read?

Komentar ditutup.