Kejati Telaah Proyek Milik Dinas Kearsipan Malut yang Diduga Bermasalah

Kantor Kejati Maluku Utara. (Aksal/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara melalui bidang Intelijen akan melakukan telaah proyek pembangunan gedung depo arsip milik Dinas Kearsipan dan Perpustakan Malut yang diduga bermasalah.

Di mana proyek yang dianggarkan selama dua tahap dengan total anggaran senilai 1,8 miliar itu pekerjaannya dilakukan asal-asalan dan tak sesuai progres.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Malut, Richard Sinaga mengatakan, tugas Kejaksaan adalah melakukan analisa setiap informasi, laporan maupun berita yang diterima. Terhadap berita yang sebagaimana telah beredar, pihak melakukan telahaan untuk disampaikan ke pimpinan untuk menerbitkan surat perintah.

“Harapan kita dengan adanya berita ini pimpinan akan merespons,” katanya kepada wartawan Nuansa Media Grup (NMG), Kamis (6/10).

Menurutnya, pihaknya akan melakukan analisa Intelijen untuk disampaikan ke pimpinan. Apabila surat perintah untuk melakukan Puldata (pengumpulan data) dan Pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) sudah, maka tim penyelidik bidang intelijen langsung melakukan puldata dan pulbaket.

proyek depo arsip bernilai miliaran rupiah milik Disarpus Malut yang baru berdiri fondasinya

“Bisa juga permintaan keterangan sebagaimana disposisi yang akan diberikan pimpinan,” jelasnya.

Richard menambahkan, jika dalam Puldata dan Pulbaket nanti ditemukan adanya indikasi merugikan keuangan Negara, maka akan dilakukan upaya-upaya selanjutnya.

“Kalau ada indikasi, sudah pasti kita akan dilakukan tindakan lebih lanjut. Apalagi indiaksi merugikan keuangan negara,” tandasnya.

Informasi yang diterima NMG, saat pihak Intelijen sedang melakukan telaah untyuk disampaikan ke pimpinan Kejati terkait informasi dugaan proyek bermasalah ini.

Sebagaimana diketahui, proyek pembangunan gedung depo arsip tahap pertama senilai Rp 572.412.000 yang dikerjakan CV. Fausta Pratama pada November 2021 lalu hingga kini tak ada progres pekerjaannya.

Hasil penelusuran wartawan, proyek yang berlokasi di belakang Dinas Kearsipan dan Perpustakaan di Sofifi itu tak terlihat adanya tanda-tanda pembangunan.

Pemilik CV. Fausta Pratama, Irfan saat dikonfirmasi, mengaku tidak terlibat dalam pengerjaan proyek tersebut. Bahkan ia juga tidak tahu siapa pejabat pembuat komitmen (PPK) pada proyek itu.

”Itu (perusahaan) mungkin dipakai orang, saya juga lupa. Mungkin belum cair. Nanti saya cari tahu lagi. Seingat saya proyek depo arsip itu dulu tidak jadi. mungkin begitu,” katanya kepada wartawan, Rabu (5/10).

Setelah ditelurusi lebih lanjut, ternyata ada nama Abdurrahman yang diketahui melaksanakan pekerjaan tersebut. Abdurahman ketika dikonfirmasi, ia juga mengaku pekerjaan itu telah selesai dikerjakan dan menghabiskan Rp 550 juta, namun hanya untuk pengerjaan tiang pancang.

“Tahap satu itu anggaranya cuman tiang pancang pada pekerjaan tahap awal, dan ini tahap dua akan dilanjutkan sekaligus dengan strukturnya,” akunya.

Meski demikian, tiang pancang yang dimaksud Abdurahman tidak berdiri seperti yang dibayangkan orang. Namun tiang pancang tersebut hanya berkisar 6 tiang dengan ketinggian tiga sampai empat meter. Bahkan diduga proyek tahap awal ini dikerjakan dalam hitungan minggu.

Sementara untuk pembangunan gedung depo tahap dua dianggarkan senilai Rp 1.365.945.230. proyek tahap dua ini dikerjakan oleh CV. Dwi Tolire Pratama dengan masa kontrak selama 120 hari terhitung sejak 14 Juli 2022. Namun sampai Oktober 2022 ini, proyek dengan nilai 1,3 miliar itu juga tak kunjung terlihat.

Pantauan wartawan di lapangan, proyek yang masa kontraknya harus berakhir pada 11 November 2022 itu hanya terlihat pembangunan fondasi gedung. (gon/ano/ask)

Respon (10)

  1. wonderful post, very informative. I wonder why the other specialists of this sector do not notice this. You should continue your writing. I am confident, you’ve a huge readers’ base already!

  2. Ping-balik: modesta coating
  3. Ping-balik: 티비위키
  4. Hi this is kind of of off topic but I was wondering if blogs use WYSIWYG editors or if you have to manually code with HTML. I’m starting a blog soon but have no coding experience so I wanted to get advice from someone with experience. Any help would be greatly appreciated!

Komentar ditutup.