MAJANG  

Pemkot Ternate Respons Terkait Nasib Pedagang di Belakang Jatiland Mall

Kepala Disperindag Kota Ternate, Muhlis S. Djumadil saat melakukan hering bersama massa aksi. (Udi/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Pemkot Ternate melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), menanggapi pernyataan Gamhas Maluku Utara bahwa pedagang yang diabaikan belum dilakukan sosialisasi sebelumnya.

Kepala Disperindag Kota Ternate, Muhlis S. Djumadil, mengatakan memang di belakang Jatiland Mall tidak lagi dijadikan tempat jualan, karena di kawasan tersebut ada pembangunan sebagai pusat kuliner.

“Kami melakukan relokasi pedagang itu guna melihat wajah kota ini bersih dan nyaman,” ujar Muhlis saat hering dihadapan massa aksi, Kamis (27/10) tadi.

Menurut dia, mengenai pedagang kaki lima (PKL), massa aksi harus tahu bahwa pedagang yang berjualan di belakang Jatiland Mall itu bermacam-macam, yakni pedagang gorengan, pedagang kelapa muda dan pedagang Barito yang sudah melakukan rapat bersama Pemkot, bahkan sudah dilakukan sosialisasi bersama.

Selain itu, pedagang yang berjualan menggunakan stand food itu sudah di data dan sudah ada kesepakatan bersama. Begitu pula para pedagang yang didominasi ibu-ibu ini ada pedagang tetap dan pedagang tidak tetap.

“Pedagang tidak tetap ini hanya datang sementara saja, sehingga susah di data.
Sedangkan pedagang tetap itu punya tempat jualan yang disediakan dalam Pasar Bahari Berkesan III,” jelasnya.

“Kami dari Disperindag sudah mendata mereka ketika ada pembangunan, sehingga para pedagang itu digiring masuk ke dalam, dan itu sudah disetujui masuk. Jika demikian, lantas apa lagi masalahnya,” sambungnya dengan nada tanya.

Sekarang, lanjut dia, pihaknya memberikan kesempatan kepada sejumlah pedagang lantaran pembangunan belum jalan. Namun, ketika pembangunan sudah dilaksanakan, maka Disperindag akan tutup seluruh akses di dalam, sehingga tidak ada lagi transaksi pembeli dan penjual di belakang Jatiland Mall.

“Adik-adik mahasiswa harus tahu, pedagang yang jualan di belakang Jatiland Mall itu sebagian besar sudah punya tempat, terutama di Pasar Barito dan BB3. Bukan seenaknya kita mengusir pedagang, tidak. Terus pedagang kelapa muda ini kami pun sudah cari solusi, mereka pindah di Benteng Oranje,” tutupnya.

Sebelumnya, puluhan Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (Gamhas) Maluku Utara, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Ternate, Kamis (27/10).

Dalam aksi tersebut, massa mendesak Pemerintah Kota Ternate segera memberikan tempat layak bagi para pedagang di belakang Jatiland Mall yang telah direlokasi. (udi/tan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *