Tak Mau Bayar Utang, Rumah Seorang Kontraktor di Kota Ternate Terancam Dilelang

Pihak ahli waris bersama kuasa hukumnya memberikan keterangan pers terkait rencana lelang atau sita rumah

PENAMALUT.COM, TERNATE – Rumah milik seorang pengacara bernama Yunan Hari Wibowo terancam dilelang. Ini karena Yunan tak mau membayar utang berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Ternate.

Rumah dan sebidang tanah tersebut beralamat di Kelurahan Maliaro, RT 17/RW 05,  Kecaamatan Ternate Tengah, Kota Ternate itu saat ini telah terpasang sebagai sita eksekusi oleh PN Ternate berdasarkan perkara perdata Nomor 35/PDT.G.S/2019/PN Tte.

Nurjana Hi. Ibrahim selaku ahli waris dari Hi. Usman Daramasih sekaligus penggugat atau pemohon eksekusi melalui kuasa hukumnya, Mirjan Marsaoly, mengatakan langkah sita eksekusi tersebut lantaran pihak termohon eksekusi dinilai tidak menjalankan isi putusan PN dengan perkara Nomor: 35/Pdt.G.S/2019/PN.Tte tanggal 27 November 2019 yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Sita eksekusi ini dilakukan karena termohon eksekusi tidak punya itikad baik menjalankan putusan pengadilan yang telah memiliki kedudukan hukum,” kata Mirjan kepada wartawan, Senin (22/1).

Pihaknya mengajukan permohonan sita eksekusi atas sebidang tanah dan bangunan rumah permanen milik Yunan Hari Wibowo sebagai termohon eksekusi sebagaimana pada tanggal 16 Agustus 2022 pemohon telah mengajukan permohonan eksekusi dan telah dilakukan panggilan Aanmaning kepada termohon eksekusi dari PN Ternate, namun yang termohon tidak menggubris panggilan yang telah diberikan oleh Jurusita PN  Ternate.

Ini artinya, termohon eksekusi tidak mempunyai itikad baik untuk melaksanakan putusan tersebut.

Sebelumnya pihak pemohon bersama jurusita PN hendak memasang spanduk yang pada intinya menegaskan bahwa tanah dan bangunan permanen perkara perdata ditetapkan sita eksekusi. Disitu termohon eksekusi justru meminta kelonggaran waktu untuk membayarnya, tetapi setalah 14 hari waktu diberikan termohon tidak membuktikan pernyataannya.

Sehingga dari tenggat waktu yang telah diberikan bahkan sampai tiga bulan berlalu, tidak ada niat baik dari termohon. Sehingga itu pihak pemohon meminta kepada Ketua PN Ternate agar dapat meletakan sita eksekusi terhadap tanah dan bangunan rumah milik termohon.

“Hari ini objek tanah dan bangunan itu secara resmi telah diletakkan sebagai sita eksekusi oleh panitera dan disaksikan Lurah Maliaro serta Babinsa setempat,” ujar Mirjan.

Menurutnya, jikalau permohonan yang dimaksud tidak dihiraukan oleh termohon, maka objek tersebut akan dilelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Ternate.

“Jadi akan kita lelang objek sita eksekusi itu,” tegasnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan amar putusan perkara Nomor: 35/Pdt.G.S/2019/PN.Tte tanggal 27 November 2019 menyebutkan, mengadili:

1. Mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya.

2. Menyatakan demi hukum tergugat melakukan perbuatan melawan hukum kepada penggugat.

3. Menghukum tergugat untuk menyerahkan uang penggugat sebesar Rp 267.500.000.

4. Menghukum tergugat membayar biaya yang timbul dalam perkara ini sebesar Rp 506 ribu. (gon/ask)