Pantai Sulamadaha Sepi Peminat

0
"Hol", salah satu spot wisata di pantai Sulamadaha. (Istimewa).

PENA – Empat tahun berlalu kondisi objek wisata di Kelurahan Sulamadaha Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, mengalami penurunan peminat. Padahal destinasi wisata pantai itu pernah memberi pengaruh besar pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Ternate.

“Aktivitas wisata yang sempat pro-aktif terhadap sumbangsih PAD maupun ekonomi warga Sulamadaha, kini menyisahkan fakta yang berbalik. Warga yang menjajalkan berbagai suguhan kopi dan pisang maupun dagangan lainnya harus memiliki format lain supaya dagangannya laku,” keluh Sahril, salah satu pedagang di Sulamadaha, Selasa (29/9).

Menurutnya, perputaran ekonomi mulai menurun lantaran kurangnya peminat wisata di Sulamadaha. Para pedagang bahkan harus gigit jari saat berjualan.

Sahril berkeluh, mestinya pemerintah kota memiliki strategi kebijakan untuk merangsang mobilisasi wisatawan lokal maupun internasional. Seperti strategi yang pernah digunakan oleh mantan wali kota Ternate, Syamsir Andili.

“Dari tiga puluh lima Kepala Keluarga (KK) yang beraktivitas disini, dengan harapan membantu pendapatan keluarga, tapi saat ini kondisi objek wisata Sulamadaha mengalami kemunduran. Soal omzet dan ekonomi para pedagang di pantai Sulamadaha mulai menurun memang cukup memprihatinkan,” ujarnya.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Ternate Nurlaela Syarif, angkat bicara mengenai persoalan tersebut. Menurut dia, dampak wisata ini berlaku secara global, jadi memang kaitan wisata pantai di kota Ternate khususnya Sulamadaha juga terkena dampak. Memang Sulamadaha ini pernah menjadi ikon pariwisata Kota Ternate karena panorama pantai yang indah.

“Yah, kami Fraksi Partai NasDem berharap perlu ada intervensi pemerintah kota, khususnya Dinas Pariwisata mengandeng pihak mitra pemerintah seperti pertamina, perbankan, agar penataan kawasan wisata sulamadaha kembali dimaksimalkan,” tukasnya.

Nurlela meminta masyarakat Sulamadaha dan para pelaku usaha juga mau membuka diri untuk bisa berbenah dan memberikan pelayanan.

“Karena pariwisata itu jasa, yang ketika Sulamadaha bisa kembali menawarkan pelayanan wisata yang baik pasti jadi pilihan masyarakat,” jelas Nurlaela. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here