Jaksa Bakal Usut Dugaan Korupsi di Bawaslu

  • Bagikan
Aspidsus Kejati Malut, M. Irwan Datuiding. (Istimewa)
banner 468x60

PENA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) membidik dugaan penyalahgunaan anggaran di Bawaslu, termasuk di Bawaslu Kabupaten Halmahera Utara (Halut) tahun anggaran 2015. Ketika itu, diduga terjadi penyalahgunaan anggaran hibah senilai Rp 3 miliar.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati, M. Irwan Datuiding menegaskan, pihaknya terus memantau dugaan korupsi tersebut. Kata Irwan, Kejati, melalui Kejari Halut akan melakukan menyelidikan. Jika hasil pendalaman perhitungan kerugian dari Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) menunjukkan terjadi masalah. “Yang jelas kami pantau terus,” ujarnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) senilai Rp 3 miliar lebih dari total anggaran Rp 4,8 miliar yang bersumber dari APBD. Namun, dari temuan itu, telah diverifikasi oleh Inspektorat hanya tersisa Rp 96 juta.

Informasi yang dihimpun Penamalut menyebutkan, anggaran yang bersumber dari hibah tersebut bahkan mengalir juga ke oknum di Bawaslu Malut yang menjabat ketika itu. Dugaan korupsi tersebut akan terang setelah Kejaksaan melakukan penyelidikan dan penyidikan. (*)

banner 1080x1080
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *