Kejari Halut Ditantang Tuntaskan Dugaan Peyalahgunaan Dana Covid

Kepala Kejari Halut saat audiens dengan GP Ansor Halut. (Chido/Penamalut)

PENAMALUT.COM, TOBELO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Utara ditantang mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan dana covid dan bantuan sosial di Pemerintah Kabupaten Halut.

Ini disampaikan DPD Gerakan Pemuda Ansor Halut saat bertandang ke kantor Kejari Halut, Kamis (2/9) tadi.

Ketua GP Ansor Halut, Jarnawi Dodungo yang didampingi Sekretaris Rio Fadel beserta pengurusnya saat ditemui wartawan menyampaikan, anggara covid senilai 60 miliar baru terealisasi 33 miliar, sementara sisanya 27 miliar masih ditelesuri.

Untuk itu, kedatangan pihaknya di lembaga Adhyaksa itu meminta keseriusan Kepala Kejari dan jajarannya untuk lebih serius menangani dugaan penyalahgunaan dana covid dan bansos yang melibatkan beberapa pejabat.

Menanggapi hal itu, Kepala Kejari Halut Agus Wirawan Eko Saputro menyampaikan bahwa pihaknya sementara menelesuri penggunaan dana covid ini melalui pengumpulan data dan keterangan (Pulbaket) di bidang Intelejen.

“Kita sudah klarifikasi 10 orang yang bersedia memberikan keterangan, dan dokumen itu sebagiannya sudah diserahkan dan sebagian belum. Dari dokumen ini kemudian dikaji dan diteliti penggunaan pertanggung jawabannya,” jelas Agus.

Terkait dokumen yang belum diserahkan itu, lanjut Agus, sangat vital, karena terkait dengan pertanggung jawaban. Sebab itulah penggunaannya harus sesuai yang diperuntukan.

“Yang jelas saat ini kami masih dalami tahapan penelusuran atau menggali informasi lainnya,” ujarnya. (fnc/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.