Pemkot Ternate Kewalahan Bayar Utang Multiyears

  • Bagikan
Kepala BPKAD Kota Ternate, M. Taufik Jauhar. (Karno/Penamalut)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Pemerintah Kota Ternate masih memiliki utang proyek multiyears sebesar 41,9 miliar kepada pihak ketiga.

Utang yang semestinya dilunasi pada tahun 2021 sesuai kesepakatan bersama antara Pemkot dan DPRD, namun tampaknya Pemkot kewalahan melakukan pembayaran utang tersebut.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ternate, M. Taufik Jauhar mengaku pihaknya kewalahan melunasi utang itu. Salah satu kelemahan tidak bisa melakukan pembayaran ke pihak ketiga, karena kuranganya ketersediaan anggaran akibat refocusing.

“Kita bayar atau tidaknya tergantung anggaran yang tersedia. Kalau memang keadaan refocusing sekarang ini, nanti dilihat bisa dibayarkan di tahun 2021 atau tidak. Jika tidak, berarti kita upayakan di tahun 2022,” kata Taufik saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (2/9).

Menurutnya, imbas dari refocusing itu, dana transfer pusat juga ikut dikurangi. Hal ini tentu mempengaruhi realisasi pendapatan asli daerah (PAD) yang berkurang. Apalagi dana bagi hasil (DBH) provinsi juga tidak maksimal.

“Kalau kondisi seperti itu ya nanti kita lihat. Jika tidak bisa dibayarkan tahun 2021, akan dijadwalkan ulang bersama DPRD. Namun kita masih berpatokan dengan hasil kesepakatan awal 3 tahun pembayaran,” ujarnya.

Ia optimis, jika pendapatan daerah ini maksimal sesuai dengan target, begitu juga dengan maksimalnya DBH provinsi, maka akan diselesaikan.

“Tapi kenyataannya target pendapatan daerah tidak mencapai sesuai yang disepakati, sehingga belanja juga ikut terganggu. Bukan saja belanja, Multiyears yang terganggu, yang lain juga ikut,” tukasnya.

Pihaknya, lanjut dia, akan menerapkan perimbangan anggaran, sehingga sisi pendapatan juga harus maksimal.

Namun utang terkait utang multiyears ini sudah dimasukan dalam APBD Perubahan untuk dibahas.

Sekadar diketahui, proyek tahun jamak yang disepakati bersama DPRD selama tiga tahun yakni 2019-2021 dengan besaran utang Rp 81,9 miliar. Namun saat baru terbayar Rp 40 miliar, dan masih terisa Rp 41, 9 miliar. (ano/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!