Diancam Proses Hukum, Husen Said Sebut Bupati tak Punya Referensi Berdebat

  • Bagikan
Perdebatan Bupati Usman Sidik dan Husen Said.

PENAMALUT.COM, TERNATE – Dialog publik dengan tema “Potret 100 Hari Kerja Usman-Bassam” yang digagas Barisan Muda Salawaku (BMS) Halmahera Selatan, Selasa (7/9) bertempat di Fatima Caffe malam tadi berlangsung menegangkan.

Ketegangan ini terjadi saat dialog yang baru berjalan sekira 30 menit itu tiba-tiba saja didatangi Bupati Usman Sidik dan meminta agar kegiatan tersebut ditutup.

Belum diketahui pasti alasan Bupati menutup dialog tersebut. Namun kuat dugaan Bupati marah lantaran pemaparan dari salah satu narasumber dialog, Husen Said, yang menyinggung soal konsep smart city dan anggaran 7 triliun yang dijanjikan Bupati saat kampanye lalu.

Mencermati beberapa video yang beredar di media sosial, Bupati selain meminta agar dialog itu ditutup, juga mengancam akan memproses pernyataan dari Husen Said lantaran dinilai tak berdasar.

Sikap Bupati ini justru ditanggapi Husen Said yang Bupati Usman tidak punya referensi untuk berdebat dalam forum diskusi.

Kata Ketua Partai Gelora Halsel ini, jika Bupati punya referensi dan konsep smart city, seharusnya duduk bersama dalam forum tersebut untuk berdebat dengan argumen yang santun

“Seorang Bupati ketika diundang atau datang dalam sebuah forum dialog, harus bersikap santun untuk menyampaikan isi pikirannya, bukan menunjukkan sikap arogansi,” ujar Husen kepada wartawan, Rabu (7/9) tadi.

Ia bilang, jika Bupati tidak menanggapi dengan emosional dan marah-marah, maka siap adu argumentasi terkait konsep smart city dan capai kinerja 100 hari kerja.

“Biar publik saksikan, apa yang disampaikan Bupati mengenai smart city itu sudah memenuhi unsur-unsur dan regulasi atau belum? Kemudian apakah konsep smart citty itu masuk dalam dokumen RPMJD atau tidak? Seharusnya ini yang kita dudukan,” tuturnya.

Husen menuturkan, kemarahan Bupati ini berawal dari pemaparannya mengenai 100 hari kerja Usman-Bassam dan konsep smart city yang sebagaimana telah dilaunching dua hari lalu.

“Setelah saya selesai berbicara dan dilanjutkan pemateri berikutnya, Bupati Usman datang dan duduk di samping Sekda Halsel. Diskusi masih berjalan, tiba-tiba Bupati menginterupsi dan mempertanyakan 7 trilun ke saya. Diskusi kemudian terhenti dan suasana sudah semakin kacau,” katanya.

“Karena seluruh forum diskusi menginginkan agar proses diskusi tetap dilanjutkan, tapi karena Bupati sudah berdiri dan menghadap ke meja saya di depan dan menunjuk ke arah saya seakan-akan saya membuat pernyataan kepada Bupati itu adalah sebuah kesalahan besar tentang 7 triliun,” sambungnya.

Husen kemudian menyampaikan ke Bupati bahwa 7 triliun itu adalah fakta bahwa Bupati sendiri yang menyampaikan. Mendengar perkataan Husen ini Bupati langsung tambah marah dan meminta tim covid untuk menutup acara.

Bupati kemudian keluar lalu balik lagi di hadapan Husen dan menyatakan jika Husen tidak paham konsep smart city.

“Saya menjelaskan bahwa saya membaca referensi smart city, bahkan kerangka teori smart citty itu saya pahami tentang asal muasalnya. Smart city itu diletakkan di dunia bukan di Indonesia. Sehingga Bupati tetap bersikeras bahwa smart city itu hanya sistem. Saya bilang bahwa smart city ini bukan aplikasi dan sistem,” jelasnya.

Karena smart city, menurut mantan Ketua Komisi I DPRD Halsel ini adalah bentuk program pemerintah pusat lewat Kominfo. Kemudian bersama PUPR dan bersama Kemendagri. Sehingga di dalam program pemerintah pusat itu syarat utama adalah kesiapan daerah dalam bentuk penganggaran. Ini yang ia bicarakan dalam konteks penganggaran.

“Sementara daerah kita mengalami proses devisit. Itu yang kemudian Bupati tambah marah, dan akhirnya tidak ada referensi lagi dan Bupati mengatakan ke saya akan memproses hukum, karena saya sudah mencuri aset daerah. Saya tanya aset daerah yang mana? Kemudian Bupati menunjuk Masjid Raya Desa Indong dan speed Avicena,” bebernya.

“Saya bilang ke Bupati bahwa Speed Avicena itu adalah buatan saya sendiri. Kemudian masjid raya tidak ada hubungan dengan saya, karena saya bukan pemenang tender atau pelaksaan kegiatan masjid raya. Silahkan aja Bupati proses,” tandasnya menutup. (rul/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!