Penyelidikan Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Pohea Terkendala

  • Bagikan
Kasi Pidsus Kejari Sula, M. Fadli. (Isrudin/NMG)

PENAMALUT.COM, SANANA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sula rupanya kesulitan dalam mengungkap dugaan korupsi pembangunan Masjid An-Nur Desa Pohea, Kecamatan Sanana.

Pasalnya, sejumlah saksi yang sudah dilayangkan surat panggilan, enggan menghadiri panggilan tersebut.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sula, Muhammad Fadli Habibi mengatakan, sejauh ini sudah ada 15 orang yang diperiksa dalam proses penyelidikan dugaan kasus korupsi Masjid An-Nur Pohea, mulai dari pekerjaan tahap satu, tahap dua maupun tahap tiga dan tahap empat.

Namun pihaknya mengalami kendala dalam proses penyelidikan, karena ada beberapa pihak terkait yang dipanggil untuk di mintai keterangan, namun tidak menggubris panggilan tersebut. Seperti halnya mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) pekerjaan Masjid An-Nur tahap ketiga berinisial NB. Sudah tiga kali dipanggil penyidik, namun NB tidak hadir.

“Ada pihak lain juga sudah dipanggil, namun tidak hadir,” ujar Fadli saat dikonfirmasi wartawan, Senin (25/10) kemarin.

Ia berujar, kasus ini masih dalam proses penyelidikan, sehingga saksi yang tak menghadiri panggilan itu belum bisa dilakukan upaya paksa. Jika kasus ini sudah penyidikan, maka pihaknya akan melakukan jemput paksa terhadap saksi tersebut.

“Kami juga nantinya berkoordinasi dengan Sekda maupun Inspektorat Sula, apakah yang bersangkutan masih berstatus sebagai ASN di lingkuangan Pemda Sula atau tidak lagi. Sebab kami panggil tidak hadir-hadir. Dalam waktu dekat kami akan menyurat ke Sekda dan dinas terkait untuk meminta bantuan agar mempermudah proses penyelidikan ini,” tukasnya.

Sekadar diketehui, pembangunan Masjid An-Nur Desa Pohe tahap satu dimulai tahun 2015 dengan nilai Rp 488.427.000 yang dikerjakan CV. Ira Tunggal Bega, tahap kedua pada tahun 2016 dengan anggaran Rp 500.000.000 uang dikerjakan CV. Sarana Mandiri.

Tahap ketiga pada tahun 2017 diangarankan sebesar Rp 957.996.903 yang dikerjakan oleh CV. Sarana Mandiri. Pada tahun 2018, dianggarkan kembali tahap empat dengan anggaran senilai Rp 1.959.904.793 yang dikerjakan CV. Dwiyan Pratama.

Pembangunan rumah ibadah yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah ini diduga tak beres. Kejari Sula lalu melakukan penyelidikan terhadap kasud ini. (ish/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!