15 Orang Diperiksa, Kejari Halut Terus Dalami Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Covid-19

  • Bagikan
Kepala Kejari Halut, Agus Wirawan Eko Saputro. (Chido/NMG)

PENAMALUT.COM, TOBELO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Utara masih mendalami dugaan penyalahgunaan anggaran Covid-19 senilai miliaran rupiah.

Sejauh ini, lembaga Adhyaksa itu sudah memanggil 15 orang untuk dimintai keterangan soal penggunaan dana Covid. 15 orang yang dipanggil itu terdiri dari pihak Dinas Kesehatan Halut, BPBD, Puskesmas, dan dari Badan Pengelolaan Keuangan.

Kepala Kejari Halut, Agus Wirawan Eko Saputro menjelaskan, berdasarkan laporan dari bagian intelijen Kejari yang menganalisa setiap tahapan pemeriksaan kepada 15 orang itu, memang ada perkembangan. Namun perkembangannya tidak begitu signifikan, dikarenakan ada beberapa hal yang menjadi kendala pada saat melakukan pemeriksaan pengumpulkan data.

“Data-Data yang di bawa oleh saksi tidak sesuai yang kita butuhkan. Ini yang menjadi kendala kita,” kata Agus kepada wartawan, Rabu (17/11) tadi.

Meski demikian, Agus menegaskan Kejari Halut saat ini masih menganilisa keterangan dan data dukung dari para saksi.

“Kita masih dalam upaya pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket). Apakah ada perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerugian negara, kita masihbdalaminya,” jelasnya.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara mengalokasikan anggaran senilai Rp 60 miliar untuk penanganan Covid-19. Namun yang terealisasi hanya 33 miliar, dan tersisa masih 27 Miliar. Sisa anggaran itu kini didalami Kejari. (fnc/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!