Pelajar SMA Negeri 4 Ternate Antusias Ikuti Penyuluhan Hukum

Suasana penyuluhan hukum. (Aksal/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Sebanyak 50 orang siswa/siswi SMA Negeri 4 Kota Ternate mengikuti penyuluhan hukum terkait kenakalan remaja dan penggunaan media sosial (Medsos) yang baik.

Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Malut) pada Rabu (10/8) tadi.

Kepala SMA Negeri 4 Kota Ternate, Kandacong mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak Kejati Malut yang telah memberikan penyuluhan hukum kepada anak didiknya untuk melakukan aktivitas bermedia sosial yang baik.

“Anak-anak (siswa/siswi) kita ini kan sudah masuk ke fase untuk mengetahui sesuatu. Olehnya itu, dengan kedatangan beliau-beliau (Jaksa Kejati) SMA Negeri 4 Ternate merupakan suatu kehormatan, sehingga kami sangat berterima kasih kepada mereka atas penyuluhan ini,” ujar Kandacong usai pelaksanaan penyuluhan kepada Nuansa Media Grup (NMG).

Menurutnya, keberadaan pihak Kejati Malut yang memberikan penyuluhan ini bukan hanya kepada siswa/siswi, namun juga kepada para dewan guru bahwa setiap aktivitas itu harus taat hukum dan sanksi-sanksinya.

“Dengan keberadaan mereka disini agak terbuka pemikiran anak- anak kami. Muda-mudahan tidak menjadi pelanggar hukum di kemudian hari,” harapnya.

Selain itu, Kepsek juga menuturkan, penyuluhan dari Jaksa juga menjelaskan terkait dengan bagaimana bullying dan penggunaan media sosial yang bijak agar tidak terkena hukum maupun dampak- dampak dari perbuatan yang dilakukan.

“Tadi sebelum dimulai, saya sudah menyatakan kepada anak-anak, anda adalah 50 dari 1000 orang siswa/siswi. Olehnya itu, saya sangat berharap bisa menjadi diseminasi kepada yang lain, dan itu kami akan pantau,” katanya berharap.

Sementara, Kasi Penkum Kejati Malut, Richard Sinaga mengatakan, penyuluhan dalam bentuk kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) sudah dilaksanakan secara rutin dengan tujuan mengenalkan hukum kepada anak didik sejak usia dini.

“Materi yang kita angkat ini sebagaimana diminta oleh pihak sekolah terkait dengan kenakalan remaja dan permasalahan media sosial,” jelasnya.

Atas dasar itu, lanjut dia, pihaknya memberikan materi bagaimana mengantisipasi kenakalan remaja dan bijak dalam penggunaan media sosial.

“Peserta yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias. Itu dilihat dari tanggapan dari materi yang disampaikan,” tandasnya. (gon/tan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.