Wadir Keuangan dan Kabid Perbendaharaan RSUD Chasan Boesorie Diperiksa

Kabid Perbendaraan RSUD Chasan Boesorie, Winarsih Abdullah, hendak meninggalkan kantor Kejati usai menjalani permintaan keterangan. (Aksal/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Dugaan pemotongan anggaran tunjangan kinerja 900 pegawai di lingkup RSUD Chasan Boesorie diusut Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara.

Kamis (1/9) tadi, dua pejabat RSUD Chasan Boesorie diperiksa oleh tim penyelidik bidang Intelijen Kejati. Keduanya Wakil Direktur (Wadir) Keuangan, Fatimah Abbas, dan Kepala Bidang Bidang Perbendaharaan dan Mobilisasi, Winarsih Abdullah.

Pantauan wartawan Nuansa Media Grup (NMG) di lapangan, Wadir Keuangan Fatimah Abbas keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 13.04 WIT dan kemudian dilanjutkan lagi pada pukul 14.00 sampai 17.09 WIT.

Fatimah Abbas saat ditemui tak banyak berkomentar. Ia bilang kedatanganya di Kejati ini terkait dengan tuntutan pegawai RSUD.

“Kalian sudah tahu tuntutan itu. Ini permintaan keterangan yang pertma,” singkatnya sembari berlalu.

Sementara Kabid Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana, Winarsih Abdullah saat dicegat wartawan, tak mau berkomentar.

“Saya tidak bisa kasih statemeb apa-apa,” ujarnya.

Kasi Penkum Kejati Malut, Richard Sinaga dikonfirmasi secara terpisah membenarkan permintaan keterangan tersebut.

“Hari ini ada tiga orang yang dimintai keterangan, dua orang dari RSUD CB dan satu dari BPJS Ternate. Hanya saja satu dari BPJS  belum hadir, tapi telah menyampaikan ketidakhadirnya,” katanya.

Richard bilang, saat ini tim masih melakukan pengumpulan data (Puldata) maupun pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket). Jadi semua pihak yang berkompeten akan diundang untuk dimintai keterangan.

“Saya tegaskan ini masih permintaan keterangan, bukan pemeriksaan. Pihak yang dimintai keterangan saat ini sudah 13 orang,” tandasnya.

Sekadar diketahui, permasalahan ini mencuat setelah puluhan pegawai RSUD Chasan Boesoirie menuntut pihak Direksi untuk segera melunasi seluruh tunjangan kinerja 900 petugas kesehatan, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non-PNS yang masih menunggak selama 8 bulan.

Tunjangan kinerja yang belum terbayar oleh RSUD itu terhitung tiga bulan di 2020, dua bulan di 2021, dan 2022. Bahkan terdapat pemotongan tunjangan kinerja sepihak oleh menejemen RSUD.

Selain itu, jasa pelayanan BPJS sejak Maret hingga Agustus 2022 ini juga belum terbayarkan. Sementara dana dari BPJS diketahui sudah masuk ke kas RSUD pada Juli 2022. Begitu pula dengan tunjangan kinerja saat hari raya sesuai peraturan Presiden, 50 persen tidak dibayarkan, dan ini terjadi setiap tahun.

Puluhan pegawai mengancam akan melakukan mogok pelayanan, jika tunjang tersebut tidak segera dilunasi oleh pihak manajemen RSUD. (gon/ask)

Respon (12)

  1. Ping-balik: sideline
  2. Ping-balik: Buy Ruger 9mm Online
  3. Aw, this was a really nice post. In idea I wish to put in writing like this moreover – taking time and actual effort to make a very good article… however what can I say… I procrastinate alot and on no account appear to get one thing done.

  4. I like this website very much, Its a real nice spot to read and obtain information. “I’d better get off the phone now, I’ve already told you more than I heard myself.” by Loretta Lockhorn.

  5. Ping-balik: 코인만들기
  6. This site is known as a stroll-by for all of the info you needed about this and didn’t know who to ask. Glimpse right here, and you’ll undoubtedly discover it.

  7. Thanks for some other informative site. The place else may I am getting that kind of information written in such an ideal approach? I’ve a undertaking that I am just now working on, and I have been at the look out for such information.

  8. Thanks for some other great article. The place else could anybody get that kind of information in such a perfect approach of writing? I have a presentation next week, and I am at the search for such information.

Komentar ditutup.