Kanwil Kemenkumham Malut Bakal Turun Cek Permasalahan di Lapas Labuha

Kadivpas Kanwil Kemenkumham Malut, Lili. (Aksal/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas)
Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Maluku Utara, Lili, akan menurunkan tim ke Lapas Kelas III Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan.

Ini menyusul seorang Narapidana kasus pencabulan yang dilaporkan keluar masuk Lapas sampai mengahmili kekasihnya di luar jeruji besi.

Lili, saat ditemui wartawan Nuansa Media Grup (NMG) mengatakan, rencanya Rabu besok akan menerjunkan tim yang terdiri dari tiga orang Halsel untuk melakukan pemeriksaan di Lapas Labuha.

“Apakah benar atau tidak? Kalau benar, kita akan tindak. Kalau kita tidak datang, kita gak tahu ini. Jadi besok kita turunkan tim dari Divpas,” katanya, Selasa (13/9).

Menurutnya, jika dalam pemeriksaan nanti ditemukan ada indikasi ataupun pelanggaran SOP (standar operasional prosedur), maka akan mengambil langkah tegas.

“Kita ambil langkah tegas. Ini juga bentuk cepat dengan tindaklanjuti,” tegasnya.

Pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap kinerja-kinerja jajaran di Lapas maupun Rutan. Evaluasi harus dilakukan agar ke depan tidak lagi terjadi hal-hal yang di luar dari dugaan seperti yang terjadi sekarang.

“Kita akan evaluasi,” tandasnya.

Sebelumnya, Senin (12/9) Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Labuha, Tahir Rumadaul mengaku, Napi yang berinisial AM alias Arifin (40) itu keluar dari Lapas karena ingin menjenguk anaknya yang sedang sakit di rumah.

Sedangkan ketika ada informasi bahwa AM bertemu kekasih dan menghamilinya di luar jeruji besi, itu di luar dari dugaan pihaknya sebagaimana yang diberitakan media Nuansa Media Grup (NMG).

Pihaknya memberikan izin kepada Napi tersebut bukan untuk bertemu kekasihnya, apalagi sampai ada dugaan menghamilinya. Napi tersebut juga baru pertama diberi izin keluar.

Putusan pengadilan terhadap AM atas kasus pencabulan itu 18 tahun penjara, dan sudah dijalaninya beberapa tahun. AM akan bebas pada tahun 2024 mendatang. Ia juga mendapat remisi sebanyak 2 tahun 8 bulan dan 15 hari. (gon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.