Mantan Pejabat BPJN Malut Dimintai Keterangan Terkait Proyek Jembatan Ake Tiabo

Ferry saat diwawancarai wartawan usai memberikan klarifikasi ke tim penyelidik Kejati Malut. (Aksal/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, Ferry, dimintai klarifikasi oleh tim penyelidik bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut, Kamis (29/9) kemarin.

Ia dimintai keterangan terkait dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Ake Tiabo di Kabupaten Halmahera Utara.

Ferry diketahui merupakan mantan PPK proyek pekerjaan Jembatan Ake Tiabo yang dianggarakan melalui APBN tahun 2022 dengan nilai HPS Rp 20.435.960.000 dan harga penawaran Rp 16.954.469.800.

Pantauan wartawan Nuansa Media Grup (NMG), Ferry didampingi satu rekannya menemui tim penyelidik sejak pagi. Hingga pukul 13.23 WIT, barulah ia keluar.

Saat ditemui wartawan, Ferry mengaku diminta klarifikasi oleh tim penyelidik terkait paket pekerjaan Ake Tiabo di Halut. Di mana pekerjaan tersebut mengalami keterlambatan.

“Hanya saja saya diganti oleh Ibu Ema, (PPK) yang baru. Saya sekarang sudah mantan PPK, karena sudah balik ke Papua,” jelas Ferry.

Ia mengatakan, pada saat menjabat sebagai PPK, anggaran pekerjaan proyek tersebut baru satu kali dicairkan. Pencairan itu uang muka senilai Rp 3 miliar dari total anggaran sekitar Rp 16 miliar lebih.

Ferry menyebut progres pekerjaan pada saat pencairan 3 miliar itu berupa mobilisasi tiang pancang, namun untuk perkembangan pekerjaan sekarang sudah tidak diketahuinya. Sebab sudah dilanjutkan oleh PPK yang baru.

“Jadi memang progres waktu itu kurang lebih segitu. Sekarang tidak tahu lagi,” tandasnya.

Terpisah, Kasi Penkum Kejati Malut, Richard Sinaga saat dikonfirmasi membenarkan permintaan klarifikasi tersebut.

“Iya, hari ini satu mantan PPK di BPJN dimintai klarifikasi oleh tim penyelidik Intelijen,” terangnya.

Sekadar diketahui, proyek yang melekat di Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Maluku Uatara, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), itu nilainya fantastis. Sayangnya, hingga kini progres pekerjaannya tidak sesuai yang diharapkan. Padahal, kontrak pekerjaan tersebut dimulai sejak 21 Februari 2022 lalu.

Pekerjaan ini dimenangkan oleh PT. Victory Sinergi Perkasa, dan berlokasi di ruas jalan Galela-Loloda.

Hingga September 2022 ini, proyek tersebut baru berdiri beberapa tiang pancangnya. Bahkan informasinya, pihak BPJN akan memutus kontrak pekerjaan tersebut. (gon/ask)

Respon (8)

  1. Ping-balik: buy viagra
  2. I was recommended this web site by my cousin. I am not sure whether this post is written by him as no one else know such detailed about my difficulty. You’re wonderful! Thanks!

  3. This is really interesting, You are a very skilled blogger. I’ve joined your rss feed and look forward to seeking more of your wonderful post. Also, I’ve shared your website in my social networks!

  4. I have been absent for some time, but now I remember why I used to love this website. Thank you, I will try and check back more often. How frequently you update your web site?

Komentar ditutup.